JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Menjelang agenda nasional atau pelaksanaan Focused Discussion Activity (FDA) pada 13 Januari, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) terus memperkuat perumusan kebijakan strategis di bidang lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan, dan Pelayanan Publik BSKDN, T.R. Fahsul Falah dalam keterangan tertulisnya yang diterima INSERTRAKYAT.com, Rabu, 7 Januari 2025.
Sebelumnya, TR Fahsul Falah telah melangsungkan rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan.
Menurut T.R. Fahsul Falah, rapat yang digelar secara luring pada Selasa, 6 Januari 2026, pukul 13.00 WIB tersebut mempertemukan Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan, Kependudukan dan Pelayanan Publik BSKDN dengan Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) serta Lembaga Kajian Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH).
Pertemuan ini juga difokuskan pada pembahasan pelaksanaan Focused Discussion Activity (FDA) dengan tema tantangan dan peluang menuju tata kelola sampah berkelanjutan.
“Rapat ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelaksanaan FDA yang akan mengkaji tata kelola sampah berkelanjutan, khususnya melalui pendekatan studi kasus aglomerasi pengelolaan sampah,” ungkap T.R (akrab).
Rapat tersebut dipimpin oleh T.R, yang didampingi oleh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BSKDN. Selain itu, perwakilan KPBB dan Lembaga Kajian RKIH turut hadir untuk memberikan pandangan serta masukan substantif terkait isu pengelolaan sampah.
T.R.menegaskan bahwa pembahasan difokuskan pada kesiapan konseptual dan teknis pelaksanaan FDA, termasuk pemetaan tantangan, peluang kebijakan, serta model kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan sampah berbasis aglomerasi wilayah. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjawab persoalan sampah yang semakin kompleks di kawasan perkotaan dan sekitarnya.
Adapun kegiatan FDA tentang tantangan dan peluang menuju tata kelola sampah berkelanjutan dijadwalkan akan dilaksanakan pada 13 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel Golden Boutique, Gunung Sahari, Jakarta.
T.R menegaskan, kegiatan FDA tersebut dirancang sebagai forum strategis untuk mempertemukan pemangku kepentingan pusat dan daerah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
Melalui kegiatan tersebut, kata T.R, BSKDN berharap dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan lingkungan yang berwawasan jangka panjang.
“Dan (Lengkapnya,-red) hasil rapat dan persiapan pelaksanaan FDA ini telah dilaporkan kepada pimpinan untuk memperoleh arahan dan bimbingan lebih lanjut, guna memastikan kegiatan berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi penguatan kebijakan pengelolaan sampah nasional,” ucap TR panggilan akrab Teuku Raja Fahsul Falah, S.Sos.,M.Si. Beliau juga diketahui ulang tahun setiap 1 Januari.















