Banda Aceh, InsertRakyat.com — Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh menggelar pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) serta peningkatan kemampuan food safety di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Selasa, (6/10/2025).

Pelatihan dibuka oleh Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol. dr. Dafianto Arief dan berlangsung enam hari, sejak 29 September 2025, dengan metode daring empat hari dan luring dua hari. Kegiatan ini diikuti personel Biddokkes serta tenaga kesehatan dari seluruh Polres jajaran.

BACA JUGA :  Data Terkini BNPB: Korban Luka Gempa Poso - Sulteng Bertambah Jadi 32 Orang

dr. Dafianto menjelaskan, pelatihan BTCLS bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menangani kegawatdaruratan akibat trauma maupun henti jantung.

“Keterampilan ini penting bagi tenaga kesehatan Polri, karena mereka sering berada di garis depan pelayanan medis dan kondisi darurat,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Selain BTCLS, peserta juga mendapat pelatihan food safety agar memahami standar keamanan pangan. Menurut dr. Dafianto, aspek ini mendukung kesehatan anggota Polri dan masyarakat, sekaligus menunjang program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA :  Dibayangi Dugaan Kasus Narkoba, Wisma NTB Disatroni Polisi Kepala Badan Penghubung NTB Sofyan Buka Suara

Kegiatan menghadirkan instruktur dari AGD 118 dengan sesi teori dan praktik langsung, termasuk simulasi penanganan henti jantung, pendarahan berat, luka bakar, hingga kecelakaan lalu lintas.

Materi food safety menyoroti pentingnya pengawasan mutu, penyimpanan, pengolahan, dan distribusi makanan yang sesuai standar higienitas.

dr. Dafianto menegaskan, pelatihan ini sejalan dengan komitmen Polda Aceh meningkatkan kualitas layanan kesehatan internal dan mencetak SDM Polri yang unggul, sehat, dan profesional.

BACA JUGA :  Dr. Fakhrurradhi Bekali Ratusan Warga Binaan Lapas Kelas IIB Idi Aceh Timur, Begini Selengkapnya

Lengkapnya, pelatihan tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dalam tugas sehari-hari, sekaligus siap menghadapi situasi darurat di lapangan maupun di tengah masyarakat. (Rifqi).