KUDUS, INSERTRAKYAT.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta pemerintah daerah memasukkan penanggulangan tuberkulosis (TBC) ke dalam dokumen perencanaan pembangunan, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hingga rencana strategis organisasi perangkat daerah (OPD).

Arahan tersebut disampaikan Wiyagus dalam Deklarasi Desa Siaga TBC Kabupaten Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/10/2026).

“Kesehatan merupakan urusan wajib pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan dasar,” tegas Wiyagus, seraya meminta penanggulangan TBC masuk dalam perencanaan setiap perangkat daerah terkait.

Baca Juga :  Breaking News : Babinsa Desa Puncak Temukan Anak Yatim Piatu Putus Sekolah di Sinjai
Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam Deklarasi Desa Siaga TBC Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 13 Oktober 2026.
Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam Deklarasi Desa Siaga TBC Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 13 Oktober 2026.

Wamendagri mendorong pembentukan tim Desa Siaga TBC, terutama di wilayah yang memiliki terduga TBC dan kontak erat pasien. Camat diharapkan mengoordinasikan pelaksanaan program bersama pemerintah desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, Posyandu, TP PKK, tokoh agama, tokoh pemuda, serta akademisi.

Wiyagus berharap “ketepatan data”, tindak lanjut setelah pengobatan, dan kedisiplinan pelaporan. “Datanya harus akurat, setelah diobati kita stressing lagi, kemudian jangan lupa kita harus disiplin dalam laporan,” ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Pelaku Asal Desa Ambapa dan Iwoimopuro, Kasus Narkoba

Ia juga meminta dinas kesehatan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) agar pelayanan berjalan optimal dan pelaksanaan program menyesuaikan kebutuhan lapangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, penanggulangan TBC perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan, pembagian tugas, pendataan, dan pemantauan pelaksanaan. Keberhasilan Desa Siaga TBC bergantung pada konsistensi tindak lanjut setelah deklarasi, termasuk penjangkauan kontak erat dan peningkatan cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Baca Juga :  Hakim Peradilan Agama Asah Teknik Mengurai Akar Sengketa

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton. (Supriadi Burarerah).