SOPPENG, INSERTRAKYAT.com —
Polda Sulsel bersama polres jajaran menegaskan komitmen melindungi masyarakat dari dampak berita hoaks yang kian marak di ruang digital.
Hal tersebut dikemukakan oleh Kasi Humas Polres Soppeng, H. Husain kepada INSERTRAKYAT.COM, Kamis, (6/11/2025) pagi, pukul 07.23 WITA.
Lengkapnya, sebelumnya melalui Seksi Humas, Rabu (5/11/2025), jajaran kepolisian turun langsung ke kampus STMIK Amika Soppeng, Jalan Tuju Wali-Wali, untuk memberikan penyuluhan tentang antisipasi penyebaran berita palsu.

Kegiatan edukatif tersebut dihadiri dosen dan mahasiswa, dengan narasumber utama Kasi Humas Polres Soppeng AKP H. Husain, S.Sos., S.H., M.H. Penyuluhan berlangsung interaktif, menggugah kesadaran mahasiswa agar tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks yang merusak tatanan sosial.
Dalam pemaparannya, AKP Husain menegaskan bahwa mahasiswa harus menjadi agen literasi digital. Mereka harus kritis, bijak, dan berani menolak segala bentuk informasi tanpa verifikasi.
“Jangan mudah percaya atau menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Satu unggahan hoaks bisa menimbulkan keresahan, bahkan berujung pada masalah hukum,” tegasnya.
Ia juga memaparkan jenis-jenis hoaks yang sering beredar: dari isu politik, kriminal, bencana, hingga manipulasi data digital. Semua itu, katanya, memiliki motif tertentu, baik untuk kepentingan pribadi, politik, maupun ekonomi.
AKP Husain meminta agar mengecek sumber resmi dan memanfaatkan situs pemeriksa fakta sebelum membagikan informasi di media sosial.
“Bijaklah dalam setiap klik, karena setiap jari yang menekan tombol ‘bagikan’ bisa berdampak hukum bila isi informasinya bohong,” ujarnya.

Suasana kegiatan berjalan aktif. Mahasiswa STMIK Amika Soppeng tampak antusias bertanya soal mekanisme pelaporan konten hoaks dan cara mengenali akun penyebar fitnah digital. Interaksi hangat itu menunjukkan semangat generasi muda melawan kabar palsu.
Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya penyuluhan tersebut. Ia menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi Polri Presisi dalam menjaga ruang publik digital tetap sehat dan aman.
“Kami mendukung penuh upaya edukatif seperti ini. Hoaks adalah musuh bersama yang bisa memecah persatuan. Mahasiswa harus menjadi benteng literasi dan garda depan penangkal berita bohong di Soppeng,” ujar Kapolres tegas.
Menurut Kapolres, tantangan terbesar Polri di era digital bukan hanya menindak pelaku kejahatan siber, tetapi juga menanamkan kesadaran hukum di masyarakat.
“Kamtibmas digital adalah fondasi keamanan masa depan. Kami tidak ingin masyarakat disenggol oleh hoaks yang memecah belah dan menyesatkan,” Imbuhnya.
Program penyuluhan ini menjadi bagian dari agenda rutin Polda Sulsel dalam memperkuat literasi digital di kampus, sekolah, dan komunitas masyarakat. Pendekatan persuasif dianggap lebih efektif membangun benteng kesadaran ketimbang hanya tindakan hukum.
Sejumlah mahasiswa mengaku kegiatan tersebut membuka mata mereka terhadap ancaman serius yang ditimbulkan oleh berita bohong.
“Kami jadi lebih paham cara memverifikasi informasi dan tanggung jawab hukum bila ikut menyebarkan,” ujar salah satu mahasiswa STMIK Amika, Andi Fitriani.
Kegiatan ditutup dengan pesan moral dari AKP Husain bahwa kecerdasan digital bukan soal teknologi, tapi tentang moralitas dan tanggung jawab sosial.
Dengan langkah jitu dari jajaran Polda Sulsel, Polres Soppeng mempertegas sikap: tidak akan memberi ruang bagi hoaks yang mengoyak persatuan masyarakat.
Polisi tak sekadar menindak, tapi juga mendidik. Karena dalam dunia maya yang bising oleh kabar palsu, pengetahuan menjadi tameng pertama masyarakat agar tak mudah disesatkan.
“Lebih baik menunda membagikan kabar, daripada menyesal karena menyebarkan kebohongan,” pesan AKP Husain yang menutup kegiatan penyuluhan hari itu dengan tepuk tangan panjang dari peserta.
Dengan demikian, langkah preventif Polres Soppeng bukan hanya mencerminkan perintah institusi, tetapi juga komitmen moral: menjaga agar ruang digital tetap waras, masyarakat tetap tenang, dan kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat.
Penulis: Isma















