BOJONEGORO, INSERT RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA bersama kontraktor pelaksana menegaskan perbaikan lanjutan tebing Sungai Bengawan Solo tetap berjalan sesuai prosedur teknis dan kontrak.

Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Helmi Elisabeth, menyatakan kerusakan terbaru terjadi di segmen berbeda dari titik yang sebelumnya diperbaiki. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi dinamika alam Bengawan Solo, termasuk pergerakan tanah dan tekanan aliran sungai, bukan semata-mata kegagalan konstruksi.

“Karakter tanah di sepanjang Bengawan Solo sangat dinamis. Tidak semua kerusakan bisa langsung dikaitkan dengan mutu pekerjaan. Struktur utama tetap dirancang sesuai spesifikasi teknis,” kata Helmi kepada InsertRakyat.com pada Sabtu, (24/1/2026).

Proyek pelindung tebing senilai Rp40 miliar masih dalam masa pemeliharaan, sehingga tanggung jawab perbaikan sepenuhnya berada pada kontraktor tanpa membebani anggaran daerah.

Kontraktor pelaksana menyatakan sedia melanjutkan perbaikan tahap lanjutan pada 2026, khususnya segmen bangunan dengan tiang pancang miring dan gejala sliding, terutama di dekat permukiman warga.

Penanganan awal dilakukan berupa pembongkaran terbatas dan pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban struktur dan memutus jalur kerusakan agar tidak merambat ke segmen lain.

“Segmen yang miring akan kami bongkar terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemancangan ulang. Metode perbaikan teknis sama dengan area lain yang ditangani tahun 2025,” jelas kontraktor sambil bersedia dikutip Identitasnya jika dibutuhkan publik.

Namun, khusus area dekat permukiman, pembongkaran tidak bisa dilakukan terburu-buru. Jika muka air sungai masih tinggi, risiko longsor ke pemukiman meningkat saat banjir. Oleh karena itu, pembongkaran penuh akan dilakukan setelah periode banjir berlalu.

Kontraktor juga menyusun rencana teknis perbaikan lanjutan yang disesuaikan kondisi lapangan. Area persawahan relatif mudah, namun segmen dekat permukiman memiliki ruang kerja terbatas dan risiko lebih tinggi, sehingga memerlukan pendekatan lebih hati-hati.

Mobilisasi Alat Berat dan Antisipasi
Pengiriman tiang pancang dan crane akan dilakukan setelah pengecoran jalan desa selesai, untuk keselamatan warga dan kelancaran pekerjaan. Satu unit excavator siaga di lokasi, menunggu elevasi muka air sungai turun, sekaligus pengangkatan bronjong untuk mengurangi beban pada area sliding.

Pemerintah daerah dan kontraktor berharap dukungan semua pihak agar fungsi bangunan pelindung tebing Bengawan Solo dapat kembali optimal dan melindungi warga di sekitarnya.