SINJAI — Seorang nelayan asal Kabupaten Sinjai, Aidil hilang di tengah laut setelah terjatuh saat mencari ikan di perairan Limpoge, hanya beberapa mil laut dari Kecamatan Pulau Sembilan. Hingga pencarian hari ini, korban belum ditemukan.
Insiden itu terjadi pada pagi hari ketika korban bersama rekan-rekannya melaut. Korban diduga terjatuh saat beraktivitas di luar kapal, sementara awak lainnya tidak langsung menyadari kejadian tersebut.
Kasat Polairud Polres Sinjai, AKP Jamaluddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan korban dilaporkan jatuh ke laut sekitar pukul 07.00 Wita.
“Korban terjatuh saat mencari ikan di laut. Sampai sekarang keberadaan korban belum diketahui,” tegas AKP Jamaluddin.
Merespons laporan itu, Satpolairud Polres Sinjai langsung bergerak cepat. Bersama nelayan setempat dan dukungan TNI Angkatan Laut, tim pencarian menyisir perairan Limpoge. Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kasat Polairud di lapangan.
“Kami bersama nelayan dan personel Polair masih terus melakukan pencarian korban tenggelam,” lanjutnya.
Dari pihak keluarga, Amin, paman korban, mengungkapkan bahwa korban jatuh sekitar pukul 06.30 Wita. Saat kejadian, korban berada di luar kapal dan tidak terlihat oleh rekan-rekannya.
“Kami berharap korban bisa ditemukan selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga,” ucapnya penuh harap.
Amin juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani pencarian korban.
“Saya berterima kasih atas respon cepat Polair yang langsung turun membantu pencarian,” katanya.
Peristiwa ABK terjatuh di tengah laut, menurut keluarga korban, bukan kejadian baru di wilayah perairan tersebut. Mereka berharap pencarian membuahkan hasil dan korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Hingga berita ini disiarkan pada Sabtu malam sekitar pukul 21.37 WITA, informasi yang diperoleh InsertRakyat.com menyebut bahwa, ABK belum ditemukan, sementara pencarian terus dilakukan oleh pihak terkait. (sa)





























