Pesawaran, Insertrakyat.com– Bendungan Maja rusak akibat banjir besar Februari 2025, menyebabkan ratusan hektare sawah di Kecamatan Marga Punduh terancam gagal panen karena sistem irigasi tidak lagi berfungsi optimal hingga April 2025.

Kerusakan Bendungan Maja langsung berdampak pada sektor pertanian. Aliran air ke lahan sawah terhenti, sehingga petani kesulitan memenuhi kebutuhan irigasi. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius terhadap produksi pangan di wilayah tersebut.

Kerusakan utama terjadi pada dua pintu bendungan yang jebol. Selain itu, aliran irigasi sekunder tersumbat oleh material pasir dan bebatuan yang terbawa arus banjir. Situasi ini membuat distribusi air ke area pertanian terputus.

BACA JUGA :  Kapolri Tinjau Ramp Check Bus dan Tes Urine Sopir di Terminal Purabaya Jelang Mudik

Sejumlah desa terdampak antara lain Maja, Sukajaya Punduh, Tajur Umbul Limus, Pekon Ampai, Kunyaian, hingga Kekatang. Lahan pertanian di wilayah tersebut mengalami kekeringan parah karena tidak mendapat suplai air yang cukup.

Data di lapangan menunjukkan ratusan hektare sawah berada dalam kondisi kritis. Jika tidak segera diperbaiki, potensi gagal panen diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat dan berdampak pada ketahanan pangan lokal.

Ketua APDESI Kecamatan Marga Punduh, Ismail Alfian, menyampaikan kondisi ini telah dilaporkan ke pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.

“Masalah ini sudah dilaporkan ke pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada perbaikan. Jika tidak segera diperbaiki, petani akan kehilangan mata pencaharian,” ujar Ismail, Kamis (6/4/2025).

BACA JUGA :  DPP LDII Munas di Jakarta 7 April 2026, Ada Isu Asta Cita

Laporan masyarakat juga telah disampaikan melalui kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga pemerintah daerah. Bahkan, anggota DPRD Provinsi Lampung telah meninjau langsung lokasi pada 24 Februari 2025.

Dalam kunjungan tersebut, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Ely Wahyuni dan Muhammad Rinaldi Alzier, turut melihat kondisi bendungan bersama Camat Marga Punduh dan Ketua APDESI. Mereka juga menyalurkan bantuan kepada 134 kepala keluarga terdampak banjir.

Selain perbaikan bendungan, warga mengusulkan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Marga Punduh serta pemasangan bronjong untuk mencegah banjir berulang. Usulan tersebut dinilai penting untuk solusi jangka panjang.

BACA JUGA :  Gubernur Mualem Tamu Pertama yang Diterima AHY

Dampak kerusakan ini tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga berpotensi memengaruhi perekonomian daerah. Aktivitas pertanian yang terganggu dapat menurunkan pendapatan masyarakat secara signifikan.

Keluhan petani kini meluas ke media sosial dan forum diskusi publik. Tekanan terhadap pemerintah semakin kuat agar segera mengambil langkah nyata.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah melalui Kominfo belum memberikan tanggapan resmi terkait penanganan Bendungan Maja. Informasi masih terus berkembang.

Follow ( whatsapp channel)