JAKARTA, (Rabu, 22 April 2026) — Badan Strategi Kebijakan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung Republik Indonesia menugaskan 30 hakim serta aparatur peradilan untuk mengikuti program short course di National Judicial Academy of India. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia peradilan Indonesia, khususnya dalam menghadapi transformasi sistem hukum yang semakin terdigitalisasi dan berbasis teknologi.

Pres rilis Humas MA menandaskan bawah, Program pelatihan tersebut berfokus pada penguatan pemahaman mengenai digitalisasi peradilan, terutama pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem pengadilan (information and communication technology in the judicial system). Materi yang diberikan mencakup isu-isu strategis seperti keamanan siber di lingkungan peradilan, perlindungan data perkara dari potensi serangan digital, serta tantangan integrasi sistem data peradilan yang semakin kompleks dan saling terhubung.

Selain aspek tersebut, peserta juga akan mendalami perkembangan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem peradilan modern. Pembahasan meliputi peluang pemanfaatan teknologi, risiko yang mungkin timbul, serta aspek etik dan hukum yang menyertainya dalam praktik peradilan.

Materi pelatihan juga mencakup hubungan antara lembaga peradilan dan media massa, termasuk pengelolaan publikasi pers dalam proses peradilan, pentingnya menjaga objektivitas pemberitaan, serta pemanfaatan media sosial secara bijak untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas peradilan.

Di luar aspek teknologi dan komunikasi, delegasi Indonesia akan mendapatkan materi hukum lingkungan dan tantangan global, penyelesaian sengketa alternatif di luar pengadilan, penanganan kejahatan transnasional, penguatan bukti elektronik, serta pengembangan integritas dan kapasitas teknis hakim.

Selain pembelajaran di ruang kelas, peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke pengadilan di India sebagai bagian dari studi komparatif sistem peradilan internasional.

National Judicial Academy di Bhopal, India, yang berdiri sejak 1993, dikenal sebagai salah satu pusat pelatihan peradilan terkemuka di dunia dengan fasilitas pembelajaran modern dan lingkungan akademik yang representatif.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Diklat Kumdil MA, Dr. H. Andi Akram, S.H., M.H. Rombongan dijadwalkan bertolak ke India pada 22 April 2026, mengikuti pelatihan selama 24–28 April 2026, dan kembali ke Indonesia pada 30 April 2026.

Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung/FORSIMEMA – Syamsul.

Follow Berita( INSERT RAKYAT whatsapp channel)