JAKARTA, InsertRakyat.com – Warisan pemikiran Prof. Hasjim Djalal dibahas dalam forum hukum laut di Jakarta, 25 Februari 2025, sebagai upaya melanjutkan gagasan strategisnya bagi kedaulatan maritim Indonesia.
Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam hukum laut internasional, Prof. Dr. Hasjim Djalal, yang wafat pada 12 Januari 2025. Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai diplomat yang berperan dalam memperkuat konsep negara kepulauan di tingkat global.
Untuk mengenang kontribusinya, Kementerian Luar Negeri RI bersama Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) dan Center for Sustainable Ocean Policy Fakultas Hukum Universitas Indonesia menggelar forum khusus. Kegiatan ini bertujuan merumuskan langkah strategis dalam melanjutkan pemikiran beliau.
Acara dibuka oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, yang menyampaikan bahwa pemahaman hukum laut perlu terus diperkuat. Menurutnya, gagasan Prof. Hasjim Djalal masih relevan dalam menghadapi dinamika geopolitik maritim yang terus berkembang.
Dalam forum tersebut, sejumlah fakta penting disampaikan, termasuk peran besar Prof. Hasjim Djalal dalam Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982). Konsep negara kepulauan yang diperjuangkannya menjadi dasar pengakuan kedaulatan Indonesia atas wilayah laut.
CEO IOJI, Ahmad Santosa, menyatakan bahwa hukum laut tidak hanya berkaitan dengan batas wilayah, tetapi juga menyangkut keberlanjutan sumber daya kelautan. Ia menilai pemikiran Prof. Hasjim Djalal perlu terus dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Forum ini juga menghadirkan sejumlah tokoh melalui video penghormatan, termasuk Dino Patti Djalal, Tommy Koh, dan Robert Beckman. Selain itu, sejumlah pakar hukum laut nasional turut terlibat dalam diskusi yang membahas isu strategis.
Dua topik utama yang dibahas meliputi aktivitas militer di Zona Ekonomi Eksklusif serta potensi konflik di Laut China Selatan. Pembahasan ini dinilai penting dalam menjaga kepentingan nasional Indonesia di wilayah maritim.
Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program lanjutan yang akan dilakukan oleh IOJI dan CSOP FHUI. Tujuannya untuk memperkuat arah kebijakan nasional di bidang hukum laut dan diplomasi maritim.
Selama lebih dari enam dekade, Prof. Hasjim Djalal telah memberikan kontribusi nyata, termasuk saat menjabat di International Seabed Authority. Pengalaman tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional.
Dengan berlanjutnya forum hukum laut ini, diharapkan pemikiran Prof. Hasjim Djalal tetap hidup dan berkembang. Upaya ini juga menjadi bagian dari menjaga kedaulatan laut Indonesia di tengah tantangan global.
Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang.
Penulis: Syamsul
Editor : Supriadi Buraerah
Follow Berita Insertrakyat di whatsapp channel
























