Personel Kodim 1424/Sinjai bersama masyarakat terus mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Alenangka yang berlokasi di Desa Alenangka, Kabupaten Sinjai. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap pengerjaan pondasi dan tiang pylon yang menjadi komponen utama dalam menopang kekuatan dan ketahanan struktur jembatan. Senin (1/6/2026).

Pembangunan Jembatan Gantung Alenangka bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi warga, serta mempermudah akses pendidikan bagi para pelajar yang setiap hari melintasi wilayah tersebut menuju sekolah.

Jembatan yang dibangun memiliki panjang 80 meter dengan lebar 1,20 meter. Infrastruktur ini membentang di atas sungai dengan lebar sekitar 40 meter dan kedalaman mencapai 8 meter.

Keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas kebutuhan akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan jalur penghubung antara Desa Alenangka dan Desa Samaturue. Selain itu, jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Dalam proses pembangunan, personel Kodim 1424/Sinjai bersama warga terus bekerja secara gotong royong, termasuk mengambil dan mengangkut material dari sungai untuk mendukung percepatan pekerjaan.

Pembangunan jembatan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur. Dari Kodim 1424/Sinjai, sebanyak 25 personel turut diterjunkan bersama satu personel penerangan Kodim. Mereka didukung oleh satu personel Zibang, 25 personel Yon TP 920/LA, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Dandim 1424/Sinjai, Letkol Arm. Arief Hartantoe, mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Alenangka merupakan bagian dari program pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Di Kabupaten Sinjai, Kodim 1424/Sinjai melaksanakan pembangunan satu jembatan gantung dan satu jembatan alami. Jembatan gantung ini menghubungkan Desa Alenangka dengan Desa Samaturue. Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih baik sekaligus mempererat kedekatan antara TNI dan rakyat,” ujarnya.

Keterlibatan TNI bersama masyarakat dalam pembangunan tersebut mencerminkan kolaborasi nyata dalam percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan. Semangat gotong royong yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian proyek sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

TNI dan Warga Bersinergi Wujudkan Jembatan Penghubung Alenangka–Samaturue
TNI dan Warga Bersinergi Wujudkan Jembatan Penghubung Alenangka–Samaturue

Keberadaan Jembatan Gantung Alenangka diharapkan mampu membuka akses wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi hasil pertanian menuju pusat-pusat ekonomi di Kabupaten Sinjai. Infrastruktur ini juga diyakini akan memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.

Masyarakat berharap pembangunan Jembatan Gantung Alenangka dapat segera rampung dan difungsikan sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman, lancar, dan efisien. (Z).