NIAS, INSERTRAKYAT.com — Pembangunan Jembatan Gantung Sungai Hou di Desa Hou, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, hingga 12 Juli 2026 belum rampung. Progres pembangunan telah mencapai 95 persen (mines 5℅) dan saat ini masih memasuki tahap penyelesaian akhir sebelum dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jembatan sepanjang 35 meter tersebut dibangun melalui Program Bakti TNI untuk Rakyat oleh Kodim 0213/Nias. Infrastruktur ini akan menghubungkan Desa Hilihaocugala dengan Desa Sifaoroasi Uluhou serta sejumlah wilayah di sekitarnya.
Pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengecatan abutmen di kedua sisi jembatan. Proses penyelesaian dilakukan secara gotong royong oleh personel Yonif Teritorial Pembangunan, Koramil 03/Idanogawo Kodim 0213/Nias, Yonzipur I/DD, bersama masyarakat setempat.
Tahap akhir tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh konstruksi memenuhi aspek keamanan sebelum jembatan dibuka untuk umum.
Selama ini Sungai Hou menjadi hambatan bagi aktivitas warga, terutama saat debit air meningkat. Kehadiran jembatan diharapkan mempermudah akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat perekonomian, serta menghubungkan desa-desa di Kecamatan Bawolato.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat. Kami berharap kehadirannya dapat memperlancar mobilitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memudahkan akses anak-anak menuju sekolah dan masyarakat memperoleh layanan kesehatan. TNI akan terus hadir dan bekerja bersama rakyat untuk mendukung pemerataan pembangunan,” kata Sandy.
Setelah seluruh pekerjaan finishing selesai, Jembatan Gantung Sungai Hou akan segera diserahterimakan dan difungsikan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
(Joh /Editor: Tim Redaksi InsertRakyat.com)



