Banda Aceh, InsertRakyat.com — Dalam situasi darurat bencana, akses komunikasi menjadi faktor penentu keselamatan. Ketika jaringan seluler lumpuh selama berhari-hari, ribuan warga di wilayah terdampak mengalami kesulitan menghubungi keluarga dan menerima informasi penting. Untuk menjawab kondisi kritis tersebut, Polda Aceh mengerahkan perangkat Starlink guna memulihkan komunikasi darurat secara cepat dan terukur.

Sebelumnya dua orang jurnalis Insertrakyat.com lepas kontak dengan redaksi sejak bencana alam melanda pada Rabu malam. Setelah mendapat fasilitas jaringan dari Institusi polri, salah satu Jurnalis, Muhammad Iqbal memberikan kabar kepada Redaksi, Senin dini hari. Ia menceritakan kejadian yang melanda wilayah Aceh Timur. Sementara satu jurnalis sekaligus editor Zamroni hingga Senin siang, (1/12/2025) belum dapat terhubung.

Salah satu lokasi pemukiman warga terdampak banjir di Aceh Timur. ( Laporan Iqbal).

Menurut Iqbal, wilayah pemukiman Zamroni di Aceh Selatan, salah satu wilayah terparah yang diterjang bencana alam sejak Rabu siang hari. Iqbal mengatakan kondisi saat ini sudah mulai membaik, namun dampaknya sangat terasa. Akses jalan dan logistik serta pemulihan Infrastruktur, mesti dilakukan pemerintah lebih lanjut.

“Alhamdulillah kami sekeluarga selamat, doakan kami semoga dampak bencana ini cepat pulih, pohon Tumbang dan genangan air bercampur lumpur, jalan dan jaringan listrik dan internet putus saat bencana melanda, dan Alhamdulillah sekarang pemerintah sudah bergerak untuk melakukan pemulihan, saya dapat memberikan kabar, setelah ada jaringan yang difasilitasi oleh pemerintah atau Polri melalui Polda Aceh,” ujar Muhammad Iqbal yang juga Ketua DPD Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN) Aceh Timur kepada Agy Jurnalis Insertrakyat.com di Jakarta, sesaat setelah menerima informasi terkait kunjungan Mendagri Tito Karnavian ke Aceh. Kabar inilah yang diteruskan ke Redaksi.

Informasi formal menjelaskan bahwa, setelah lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya kembali dapat menghubungi keluarga mereka. Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Aceh turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menyampaikan bahwa satu unit Starlink telah dioperasikan di Desa Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, oleh personel Bid TIK. Akses WiFi Starlink tersebut sudah aktif dan langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga yang sebelumnya tidak dapat dihubungi akibat putusnya layanan komunikasi. Seluruh Mapolres jajaran Polda Aceh juga menyediakan layanan bagi masyarakat untuk digunakan berkomunikasi termasuk Aceh Timur.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” kata Joko dalam keterangan resminya yang dikeluarkan di Mapolda Aceh.

Selain di Tingkeum, Bireuen, Bid TIK Polda Aceh juga telah memasang perangkat Starlink di Polsek Jagong Jeget yang kini dioperasikan di Polres Aceh Tengah. Layanan ini nantinya juga dapat digunakan masyarakat secara bergantian untuk menghubungi keluarga mereka.

Kehadiran layanan komunikasi darurat ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Selain Jurnalis Insertrakyat.com, sejumlah warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan terima kasih kepada Polri karena telah menyediakan akses WiFi gratis melalui Starlink.

“Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Bireuen, yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini sudah terkoneksi dengan keluarga. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih,” ujar Cut yang juga akrab disapa Fitri sesaat setelah memanfaatkan fasilitas tersebut.

Langkah cepat Polda Aceh dalam memulihkan konektivitas menjadi bentuk dukungan kemanusiaan yang sangat membantu masyarakat, agar tetap terhubung dengan keluarga dan memperoleh informasi penting selama masa tanggap darurat.

“Akses WiFi Starlink akan terus dioperasikan hingga kondisi jaringan komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih sepenuhnya,” demikian diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto senada dengan ungkapan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang dikutip Senin siang.

10 Titik Pemasangan Layanan Internet

Pada 30 November Tim BAKTI Komdigi bersama BNPB, Tim SAR, TNI juga telah melakukan mobilisasi perangkat ke titik layanan internet dan ditargetkan dapat dioperasikan dalam waktu dekat.

Berikut 10 lokasi pemasangan layanan internet SATRIA-1:

1. Bandara Pinangsori/Dr. Fredric Lumban Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara
2. ⁠SMAN 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara
3. ⁠Dekat Masjid Baitul Gafur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh
4. ⁠Command Center, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh
5. ⁠Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh
6. ⁠Kota Langsa, Provinsi Aceh
7. ⁠Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh
8. ⁠Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh
9. ⁠Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat
10. ⁠UPT BNPB Regional Sumatera Barat, Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan layanan darurat ini menjadi prioritas pemerintah untuk menyambungkan kembali konektivitas warga yang terputus sejak bencana banjir melanda.

“Ketika jaringan komunikasi terputus, SATRIA-1 hadir sebagai penyelamat. Dengan cara ini, warga dapat kembali terhubung meskipun infrastruktur konektivitas sedang mengalami gangguan,” tegas Meutya Hafid dalam siaran pers yang dikeluarkan di Jakarta, pada Ahad.

Rincian Bantuan Logistik Korban Banjir

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, (foto).

Setelah dibentuk oleh Pemerintah Aceh melalui rapat yang dipimpin oleh Sekda Aceh, M. Nasir Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi langsung bergerak bersama pemerintah dan komunitas serta swasta.

Terbaru, keterangan resmi dari Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi Aceh melalui tim, Ridha Jaka Rasyid dan Ahyar mengemukakan bahwa dukungan logistik bantuan terhadap penanggulangan bencana alam hidrometereologi di wilayah Kodam IM Provinsi Aceh dari Banpres & Bantuan lainnya sejak hari sabtu tgl 29 November 2025 telah tiba.

Total bantuan dari dukungan Banpres sampai dengan Jum’at Pukul 22.00 WIB Tgl 28 November 2025 dirinci sebagai berikut;

1. Tenda Pengungsi : 15 set (30 Peti)
2. LCR : 20 Unit
3. Indomie : 750 Dus
4. Naraga : 245 Dus
5. Eprokal : 500 Dus
6. Starlink : 28 Buah
7. Genset : 28 Buah
9. Kompresor : 1 Buah

Data yang tiba di Banda SIM tanggal 29 November 2025.

1. sorti Pertama hercules A. 1339 sbb :
a). Tenda : 36 Peti (18 Set)
b). Starlink : 3 Unit
c). Genset : 3 Unit
d). Indomie : 50 Dus

2. Sorti Kedua Hercules A. 1315 sbb :
a) Family Food : 990 Paket
b) Naraga : 40 Dus
c) Hygine Kit (PMI): 106 Paket
d) Baby Kit (PMI) : 13 Paket
e) Selimut (PMI): 79 lembar
f) Selimut (PT len) : 3 Karung
g) Selimut (BCA) : 8 Pack
h) Kelambu (PMI) : 10 Karung
i) Sarung (PMI) : 500 lembar
j) Genset (Komdigi) : 8 Unit
k) Air Mineral (BCA) : 330 Paket
l) Susu milku(BCA) : 175 Paket
m) Pampers (BCA) : 19 Dus
n) Pembalut (BCA) : 41 Dus
o) Genset (BCA) : 1 Unit
p) Beras : 20 Karung
q) Wafer tanggo: 20 Dus
r) Indomie: 36 dus
s) Regulator Gas : 1 dus (50 pcs)
t) Saus Sambal : 4 dus
u) Roti Regal: 3 dus
v) Biskuit Malkis : 12 dus
w) Minyak Telon : 3 dus
x) Syirup Herbal : 1 dus
y) Celana Panjang Wanita : 2 Karung
z) Daster : 1 Karung
aa) Celana dalam Wanita : 1 Karung
bb) Velbed : 6 Karung
cc) Minyak Goreng : 20 dus
dd) Terpal : 50 lembar
ee) Tenda Family : 5 Set

3. Bantuan Logistik Kodam IM sbb :
a) Air Mineral : 500 dus
b) Biskuit : 83 dus (500 kaleng)
c) Indomie : 200 dus

Total Bantuan logistik yang di terima per tanggal 29 November 2025.

1. Tenda Pengungsi : 33 set (66 Peti)
2. LCR : 20 Unit
3. Indomie : 1.036 Dus
4. Naraga : 285 Dus
5. Eprokal : 500 Dus
6. Starlink : 31 Buah
7. Genset : 40 Buah
8. Kompresor : 1 Buah
9. Family Food : 990 Paket
10. Hygine Kit (PMI): 106 Paket
11. Baby Kit (PMI) : 13 Paket
12. Selimut (PMI): 79 lembar
13. Selimut (PT len) : 3 Karung
14. Selimut (BCA) : 8 Pack
15. Kelambu (PMI) : 10 Karung
16. Sarung (PMI) : 500 lembar
17. Air Mineral (BCA) : 830 Paket
18. Susu milku(BCA) : 175 Paket
19. Pampers (BCA) : 19 Dus
20. Pembalut (BCA) : 41 Dus
21. Beras : 20 Karung
22. Wafer tanggo: 20 Dus
23. Regulator Gas : 1 dus (50 pcs)
24. Saus Sambal : 4 dus
25. Roti Regal: 3 dus
26 . Biskuit Malkis : 12 dus
27. Biskuit Kaleng : 83 dus (500 kaleng)
28. Minyak Telon : 3 dus
29. Syirup Herbal : 1 dus
30. Celana Panjang Wanita : 2 Karung
31. Daster : 1 Karung
32. Celana dalam Wanita : 1 Karung
33. Velbed : 6 Karung
34. Minyak Goreng : 20 dus
35. Terpal : 50 lembar
36. Tenda Family : 5 Set

Total Bantuan yang sudah terdistribusi pada tanggal 29 November 2025.

1. Eprokal : 70 dus
2. Naraga : 54 dus
3. Tenda : 1 set
4. Indomie : 200 dus
5. Genset : 3 unit
6. Starlink 3 unit
7. Air Mineral : 200 dus
8. Biskuit : 33 dus
9. Beras : 4 Krg
10. Food Family : 40 dus
11. Hygine Kit : 20 Pkt
12. Selimut : 2 Pck
13. Pembalut : 6 dus
14. Kelambu : 2 Pck
15. Wafer Tanggo : 6 dus
16. Sarung : 200 Lbr
17. Pampers : 2 dus

Total Sisa Bantuan pada tanggal 29 November 2025.

1. Tenda Pengungsi : 26 set (52 Peti)
2. LCR : 12 Unit
3. Indomie : 186 Dus
4. Naraga : 144 Dus
5. Eprokal : 330 Dus
6. Starlink : 13 Buah
7. Genset : 22 Buah
8. Kompresor : 1 Buah
9. Family Food : 950 Paket
10. Hygine Kit (PMI): 86 Paket
11. Baby Kit (PMI) : 13 Paket
12. Selimut (PMI): 79 lembar
13. Selimut (PT len) : 3 Karung
14. Selimut (BCA) : 6 Pack
15. Kelambu (PMI) : 8 pack
16. Sarung (PMI) : 300 lembar
17. Air Mineral : 630 Paket
18. Susu milku(BCA) : 175 Paket
19. Pampers (BCA) : 17 Dus
20. Pembalut (BCA) : 35 Dus
21. Beras : 16 Karung
22. Wafer tanggo: 14 Dus
23. Regulator Gas : 1 dus (50 pcs)
24. Saus Sambal : 4 dus
25. Roti Regal: 3 dus
26. Biskuit Malkis : 12 dus
27. Biskuit Kaleng : 50 dus (300 kaleng)
28. Minyak Telon : 3 dus
29. Syirup Herbal : 1 dus
30. Celana Panjang Wanita : 2 Karung
31. Daster : 1 Karung
32. Celana dalam Wanita : 1 Karung
33. Velbed : 6 Karung
34. Minyak Goreng : 20 dus
35. Terpal : 50 lembar
36. Tenda Family : 5 Set

Demikian dilaporkan oleh Tim Posko Penanggulangan Bencana Hidrometreologi Aceh.

Mendagri Tinjau Bencana Aceh

Mendagri, Muhammad Tito Karnavian, juga telah melakukan tinjauan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana sejak Sabtu hingga Minggu Mendagri mengunjungi Lhokseumawe. Di sana Mendagri mengecek kondisi fasilitas umum dan menyalurkan bantuan.

Keterangan resmi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Benni Irwan menjelaskan bahwa, dari Banda Aceh, Mendagri bersama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA menuju Lhokseumawe menggunakan transportasi udara. Sebab, akses jalur darat terputus akibat jembatan rusak di beberapa titik.

“Saya dapat informasi bahwa jembatan di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen terputus baik dari arah Banda Aceh maupun Medan,” kata Mendagri saat berdialog dengan warga di Masjid Islamic Center.

Walikota Lhokseumawe menerima bantuan yang diserahkan oleh Mendagri secara simbolis. Bantuan ini dipusatkan bagi masyarakat yang terdampak bencana Banjir. (Foto: Kemendagri).

Beliau menegaskan kedatangannya untuk memeriksa bandara, dermaga, jalan utama, serta percepatan pemulihan jaringan listrik. Ia juga berdiskusi langsung dengan Wali Kota untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak di lapangan.

Ia menilai pasokan logistik harus segera ditambah. “Untuk makanan, ini yang saya bawa siang ini. Saya sampaikan agar logistik ditambah: pangan, pakaian, kebutuhan bayi, pampers, hingga BBM,” tegas Tito.

Mendagri juga memperhatikan kondisi BBM di Lhokseumawe. Meski antrean SPBU tidak sepanjang Pidie Jaya, ia menekankan perlunya penguatan stok.
“Lebih baik kelebihan daripada kekurangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri menyerahkan bantuan berupa susu bayi, minyak goreng, diaper, dan bahan pangan. Ia menyebut bantuan itu bersifat simbolis untuk mendorong keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Selanjutnya Mendagri Tito meminta Pemda segera menghitung kebutuhan logistik minimal untuk dua minggu ke depan mengingat akses jembatan belum pulih. “Hitung barangnya apa, jumlahnya berapa. Minimal dua minggu bertahan, karena kita belum tahu kapan jembatan selesai,” imbuh Mendagri.

Pidie Jaya, InsertRakyat.com — Pemerintah pusat dan daerah terus mempercepat distribusi bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh.  Pemerintah menggerakkan bantuan menggunakan pesawat serta helikopter TNI. Armada udara tersebut menjatuhkan logistik langsung ke titik-titik terisolasi yang masih sulit ditembus jalur darat.
Wagub Aceh dan Menham bersama sejumlah pejabat utama TNI (29/11).

Mendagri menyampaikan bahwa Kementerian Pertahanan telah menginstruksikan TNI membangun jembatan darurat, sebagaimana laporan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau lokasi banjir di Pidie Jaya.

“Beliau sudah memerintahkan jajaran TNI membuat jembatan sementara yang kuat untuk dilalui kendaraan besar. Kita berharap segera selesai,” tegas Tito.

Mendagri optimistis distribusi bantuan akan lancar apabila jembatan sementara selesai dikerjakan. Sambil menunggu perbaikan struktur, pemerintah memprioritaskan pemenuhan logistik warga terdampak. “Kami prihatin dan berduka, tapi kita bekerja keras untuk menyelesaikan masalah ini,” tutupnya.

Gubernur Muallem Sambut Bantuan Dari Jakarta

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyambut dan mengawasi distribusi bantuan Bank Syariah Indonesia (BSI) dari Jakarta, untuk korban banjir di Aceh Utara, pada Minggu (30/11/2025).

Bantuan ini diangkut menggunakan pesawat Hercules dan mendarat di Bandara Malikussaleh.

Di sana, Gubernur memastikan seluruh logistik tiba dan siap disalurkan.

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Bank Syari’ah Indonesia (BSI) dengan total 13,6 ton logistik yang diterbangkan dari Jakarta hari ini.

Selain itu, bantuan tambahan dari anggota DPR RI T.A. Khalid juga ikut didistribusikan.

Setelah memastikan kelengkapan barang, Mualem mengawasi proses penyaluran agar bantuan segera menyentuh masyarakat terdampak.

Area Manager BSI Lhokseumawe, Totok Sudiarto, menyebut bantuan diarahkan pada kebutuhan paling mendesak masyarakat.

“Bantuan berupa perlengkapan bayi, bahan makanan, susu formula, dan lainnya, totalnya 13,6 ton. Alhamdulillah langsung diterima oleh Bapak Gubernur dan akan dibagikan segera,” kata Totok.

Butuh Helikopter Untuk Distribusi Ke Warga.

Muallem Tinjau Distribusi Bantuan BSI di Aceh Utara, Akses Darat Terputus : Penyaluran ke Warga Butuh Helikopter
Aceh Utara, InsertRakyat.com — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyambut dan mengawasi distribusi bantuan Bank Syariah Indonesia (BSI) dari Jakarta, untuk korban banjir di Aceh Utara, pada Minggu (30/11/2025).

Proses distribusi menghadapi hambatan besar. Warga terlambat menerima logistik.

Mualem mengatakan akses darat menuju wilayah terisolasi sepenuhnya terputus akibat banjir.

Saat ini Pemprov Aceh membutuhkan helikopter untuk digunakan menyalurkan logistik.

“Akan disalurkan segera ke masyarakat. Yang jelas kita sangat butuh helikopter. Kalau tidak, bagaimana kita menyalurkan ke pelosok yang paling parah terdampak banjir,” tegasnya.

Menurut Gubernur, pasokan bantuan sebenarnya mencukupi, namun hambatan akses membuat distribusi tertunda.

“Barangnya sudah ada. Kendalanya, tidak dapat kita salurkan ke pelosok-pelosok karena transportasi tidak ada akses,” kata Muallem.

“Kalau ada helikopter, secepat mungkin kita bagi-bagikan, terutama untuk warga yang tinggal di kawasan pegunungan,” imbuh Mualem.

Pemerintah Aceh, tambah Muallem, terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait untuk percepatan penanganan bencana.

“Pembukaan akses dan evakuasi warga yang masih terjebak di titik-titik terisolasi juga diprioritaskan,” pungkasnya.


 

Ikuti kanal resmi Insertrakyat.com untuk update berita cepat, akurat, dan terpercaya: