ACEH TENGAH, — Lubang raksasa (sinkhole) akibat longsoran geologi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, ungkap Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi.
Tito memastikan penanganan berjalan optimal agar lubang raksasa tidak semakin meluas dan mengikis lahan warga. Ia mencermati langsung penjelasan teknis dari tim Kementerian Pekerjaan Umum terkait kondisi terkini serta langkah penanganan di lapangan.
“Apakah sudah cukup stabil? Bagaimana mengatasi aliran air agar tidak terus turun ke dalam lubang?” tanya Tito saat berdialog dengan tim di Aceh Tengah seperti dikutip dari Keterangan Rilis Resmi Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan Jumat (24/4/2026) sore.
BACA JUGA : Bareskrim Polri Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Makassar, Satu Orang Diamankan
Setelah menerima laporan perkembangan yang menunjukkan progres, Tito memberikan apresiasi kepada tim yang dinilai cepat dan tanggap dalam menangani longsoran sehingga tidak semakin meluas.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal Kurniwan, menjelaskan bahwa lubang raksasa terbentuk akibat longsor bertubi-tubi yang membuat tanah amblas semakin luas, diperparah kondisi tanah berpasir.
Ia menyebut pihaknya telah menjalankan sejumlah langkah strategis, di antaranya pengalihan aliran air dan modifikasi sistem irigasi ke area yang lebih stabil guna mencegah air terkonsentrasi di titik longsoran.
“Selain itu, kami membuat sumur intercept untuk mengeluarkan air jenuh dari area longsor sekaligus membangun sistem irigasi baru,” jelas Yusrizal.
Menurutnya, kondisi kini mulai membaik. Dari lima titik pantau, tersisa satu titik yang masih menjadi fokus penanganan. Ia optimistis kondisi akan segera stabil secara permanen.
“Mudah-mudahan segera stabil sehingga masyarakat bisa kembali bertani cabai dan kopi tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Kunjungan Tito ke Aceh Tengah merupakan bagian dari agenda pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, sekaligus memastikan kondisi penyintas tetap terpantau.
BACA JUGA : UNIVERSITAS GRESIK–YLBH TEKEN MOU PROGRAM HUKUM 5 TAHUN
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, serta jajaran Forkopimda setempat.
(agy). Follow (whatsapp)




