SINJAI, INSERTRAKYAT.com Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai (Kemenhaj), mengimbau seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah di wilayah Kabupaten Sinjai untuk menunda sementara keberangkatan jemaah. Imbauan ini dikeluarkan menyusul eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang dinilai berisiko terhadap keselamatan jemaah.

Situasi kawasan memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan tersebut dilaporkan menyasar kawasan strategis di Teheran, termasuk kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran. Iran kemudian merespons dengan serangan balasan terhadap AS dan Israel, memperparah ketegangan kawasan.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS | 6 Terduga Pelaku Persetubuhan Anak Dibekuk Tim Rajawali Polres Koltim

Merespons kondisi tersebut, Kemenhaj Kabupaten Sinjai telah mendatangi sejumlah kantor travel umrah dan menyampaikan imbauan resmi agar keberangkatan jemaah ditunda demi alasan keamanan. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi risiko terhadap keselamatan jemaah di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, Kamriati Anies, menegaskan bahwa penundaan keberangkatan umrah bulan ini bersifat sementara hingga kondisi kawasan dinyatakan aman. “Kita berharap dan meminta seluruh travel mematuhi imbauan tersebut dan mengutamakan keselamatan jemaah,” imbuhnya, Senin (2/3/2026)

BACA JUGA :  Petir Sambar Pohon Aren, Rumah Manru Nyaris Terbakar di Saotanre

Kamriati juga berharap kepada jemaah yang sudah terlanjur berada di Mekkah, agar tetap tenang, dan menjaga koordinasi dengan pihak travel serta Kementerian Haji dan Umrah, agar proses pemantauan dan pengamanan dapat berjalan terkontrol. Sementara itu, calon jemaah yang belum berangkat diminta menunda perjalanan dan tetap mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. (*).