SINJAI, INSERTRAKYAT.com – Kebutuhan darah di RSUD Sinjai terus menjadi perhatian utama, ungkap Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, saat dimintai tanggapan terkait dengan kegiatan donor darah Bank Sulselbar Cabang Sinjai. Ia juga menyatakan bahwa stok darah, terutama golongan AB, masih terbatas dan sangat bergantung pada donor sukarela. Selasa, (13/1/2026).

Menurut Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, donor tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan darah pasien di rumah sakit. “RSUD Sinjai sangat mengapresiasi Bank Sulselbar. Donor darah memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan,” ungkapnya.

Spesialis bedah itu menambahkan, donor darah memiliki peranan (penting,-red) dalam operasional rumah sakit. Sebab, menurutnya, darah termasuk komponen utama dalam pelayanan medis dan hanya bisa diperoleh dari pendonor sukarela. Ia juga menegaskan bahwa Stok darah digunakan sebagaimana mestinya. “Stok darah, (ada,-red), ini kami gunakan untuk pasien anemia akibat perdarahan, kasus gawat darurat, ibu melahirkan, pasien operasi, dan penderita penyakit tertentu,” tegasnya.

dr. Kahar menghendaki keterlibatan berbagai pihak melalui giat donor darah di Sinjai. “Kami berharap masyarakat, instansi pemerintah, perbankan, TNI/Polri, organisasi kemasyarakatan, serta pihak swasta rutin menggelar donor darah. Dengan kolaborasi lintas sektor, ketersediaan darah lebih terjaga dan pelayanan pasien berjalan optimal,” harapnya.

RSUD Sinjai juga aktif bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah daerah, TNI/Polri, organisasi sosial, universitas, dan komunitas masyarakat. dr Kahar sering mengajak masyarakat rutin mendonorkan darah melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye. “Donor darah tidak hanya menyehatkan pendonor, namun juga menyelamatkan nyawa orang lain. Kami ingin donor darah menjadi budaya kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tegas dr. Kahar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, MARS, dikonfirmasi [insertrakyat.com] melalui WhatsApp pukul 19.42 WITA. Ia menegaskan bahwa calon pendonor harus memenuhi beberapa syarat kesehatan, antara lain: usia 17–60 tahun untuk pendonor pertama (pendonor rutin hingga 65 tahun), berat badan minimal 45 kg, kadar hemoglobin 12,5–17 gr%, tekanan darah sistolik 90–160 mmHg, diastolik 60–100 mmHg, serta kondisi kesehatan yang baik secara keseluruhan. “Pendonor tidak boleh sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat tertentu dalam beberapa hari terakhir,” kuncinya.

Sebelumnya diberitakan (Insertrakyat.com), Bank Sulselbar Cabang Sinjai menggelar donor darah pada Selasa (13/1/2026) pukul 17.00 WITA di lantai dua Kantor Sulselbartra, Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, dalam rangka HUT ke-65.

Kepala Cabang, Syaiful Abdullah Mesfer, memimpin kegiatan donor darah sekaligus penyaluran bantuan sosial untuk warga kurang mampu dan pondok pesantren di Sinjai. “Kegiatan ini dirangkaikan dengan aksi sosial untuk membantu masyarakat, termasuk mendukung pemenuhan kebutuhan darah,” ujar Syaiful kepada media di Sinjai.

Donor darah diikuti aparatur sipil negara (ASN), staf bank, dan masyarakat yang turut memberikan pujian. “Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Bank Sulselbar Sinjai. Ini sangat bermanfaat,” ungkap Nasabah bernama Karim.

Sekedar informasi, Insertrakyat.com sempat mengonfirmasi dr. Kahar pada pukul 19.09 WITA, namun ia memiliki kesibukan lain. Barulah kemudian menjawab pada pukul 21.44 WITA, setelah sebelumnya memberi pesan singkat, “maaf lambat memberi tanggapan/menjawab,”tulisnya.

Ikuti Saluran Whatsapp dan temukan berita penting dan menarik di Insertrakyat.com, akses di sini whatsapp