Aceh Tamiang, InsertRakyat.com Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Tamiang Mulai difungsikan.

Pusat pelayanan publik itu digunakan setelah proses pembersihan pascabencana dengan progres mencapai sekitar 80 persen, Sabtu (17/1/2026).

Sebelumnya pembersihan dilakukan dengan melibatkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menangani lumpur dan sisa material di dalam gedung.

Pengasuh Praja IPDN, Ronny M. Perangin Angin, mengatakan progres pembersihan di Kantor Dinkes sudah mendekati tahap akhir.

Adapun tantangan utama masih berada di laboratorium kesehatan. “Laboratorium menjadi bagian paling berat karena posisinya lebih rendah, sehingga lumpur mengendap lebih tebal dan sempat mencapai setinggi lutut,” kata Ronny.

Selain lumpur, pembersihan laboratorium juga dilakukan dengan kehati-hatian karena terdapat bahan kimia dan peralatan medis, termasuk jarum suntik.

Praja diminta membersihkan botol bahan kimia yang pecah serta waspada terhadap paku dan pecahan kaca demi menjaga keselamatan.

Sementara itu, Perencana Ahli Muda Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Hermanto, menyebut kondisi kantor saat ini jauh lebih baik dibandingkan awal pascabencana.

Dia bilang lantai satu dan lingkungan kantor yang sebelumnya tertutup lumpur, kini sebagian besar telah dibersihkan.

Sejumlah fasilitas layanan juga telah kembali digunakan, termasuk Public Safety Center (PSC) yang difungsikan sebagai posko.

Ketersediaan air bersih dan fasilitas kamar mandi pun sudah dapat dimanfaatkan.

Kendati demikian, sebagian praja IPDN menempati aula Kantor Dinkes selama proses pembersihan berlangsung. Rencananya pembersihan dituntaskan sebelumnya memasuki Ramadhan.

Sebelumnya Aceh dilanda bencana banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu menimbulkan dampak kerusakan pada sistem pelayanan publik.