KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama seluruh ekosistem digital nasional melakukan intervensi multi-sektoral pasca banjir di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).

Mengusung tajuk Gotong Royong Digital, upaya ini dirangkaikan dengan distribusi bantuan logistik, sekaligus strategi pemulihan berbasis manajemen krisis dan resiliensi sosial.

Menariknya kiat ini mengintegrasikan dimensi kemanusiaan dan teknologi informasi untuk menata kembali kehidupan masyarakat terdampak.

Demikian pula dengan kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menegaskan bahwa kehadiran pemerintah bersifat pendampingan langsung pada proses rehabilitasi.

BACA JUGA :  Bursah Zarnubi Pimpin Apkasi 2025–2030, IMO-Indonesia Beri Sinyal Positif

Menurut Meutya, proses pemulihan harus dilakukan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat Nasional.

“Proses pemulihan kita harus dilakukan bersama-sama. Kemkomdigi bersama seluruh ekosistem hadir, memeriksa kondisi lapangan, dan menyalurkan bantuan bagi warga Aceh,” jelas Meutya saat pelepasan bantuan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang baru – baru ini.

Rombongan Kemkomdigi didampingi perwakilan perusahaan digital utama seperti Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Smart, asosiasi industri seperti APJII, Asperindo, serta lembaga penyiaran publik RRI, TVRI, dan LKBN Antara.

BACA JUGA :  Akhirnya Bareskrim Polri Usut Penyebab Bencana Aceh

Distribusi bantuan dilakukan secara sistematis, mencakup 118 tangki air bersih masing-masing berkapasitas 8.000 liter, obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dan fasilitas MCK, kelambu, sumur bor, serta alat berat untuk pembersihan lokasi terdampak.

Di sektor telekomunikasi, pemulihan jaringan telah mencapai lebih dari 95 persen, namun beberapa wilayah seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues masih menunjukkan tingkat pemulihan 60–80 persen akibat ketergantungan pada pasokan listrik.

BACA JUGA :  Menkomdigi: Dewan Pers Harus Tegak Menjaga Mutu Jurnalisme

Menkomdigi menyebut, pemulihan konektivitas akan terus dipantau hingga mencapai status operasional normal, sebagai bagian dari strategi keberlanjutan layanan publik digital.

Lengkapnya, logistik dipusatkan untuk meringankan beban warga terdampak, dan sekaligus berperan dalam pemulihan psikologis dan keamanan sosial.