PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) memperketat pengaturan arus di jalur Padang–Solok via Sitinjau Lauik setelah dua jalur utama Padang–Bukittinggi terputus akibat imbas bencana banjir.
Kadishub Sumbar, Dedi Diantolani, menyebut seluruh kendaraan kini dialihkan ke Sitinjau Lauik yang memiliki medan berat sehingga membutuhkan pengaturan ketat.
Dishub Sumbar telah menguji coba pelepasan bertahap angkutan barang dan menetapkan pembatasan jam operasional untuk mencegah kemacetan dan menjaga keselamatan. Pengawasan dilakukan di Posko Indarung dan Jembatan Timbang Lubuk Selasih bersama Ditlantas dan instansi terkait.
“Selasa dan Rabu (dua hari,-red) kita masih uji coba melepas mobil barang 10 unit per lima menit dari arah Solok menuju Padang,” ungkap Dedi, Kamis, (4/12/2025).
Dishub juga menindak lonjakan tarif AKDP yang melebihi Pergub Sumbar Nomor 7 Tahun 2025 dan meminta operator menyesuaikan tarif sesuai aturan. Kebijakan lalu lintas bersifat tanggap darurat dan akan berlangsung hingga jalur utama pulih.
“Masyarakat tidak boleh terbebani secara berlebihan,” tegasnya.
Kendati demikian, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memulihkan jaringan telekomunikasi serta membangun Posko Informasi dan Media Center di Aceh, Sumbar, dan Sumut untuk mendukung koordinasi penanganan bencana, pemantauan jaringan, serta kebutuhan komunikasi darurat.







































