JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM – Presiden Prabowo Subianto mendorong transformasi PLN melalui pembenahan model bisnis, efisiensi perusahaan, dan percepatan pengembangan energi surya berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Arahan tersebut diutarakan dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026), bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta perwakilan manajemen PLN.

Baca Juga :  Dari Asas Legalitas ke Bukti Elektronik: Wajah Baru Hukum Pidana Pasca KUHP 2023 dan KUHAP 2025

Rosan mengatakan, Presiden meminta rancangan transformasi segera disusun dan dipaparkan. Danantara akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengkaji model bisnis dan meningkatkan efisiensi perusahaan.

Baca Juga :  Tanisha Firyal Hasti Lolos OMI 2026 Nasional, Torehkan Sejarah di MTsN 3 Lima Puluh Kota

“Kita akan revisit lagi mengenai bisnis modelnya agar lebih efisien,” ujar Rosan.

Baca Juga :  Intip Persiapan Libur Nataru dan Capaian Rutan Sinjai Sepanjang 2025

Agenda transformasi juga mencakup pengembangan energi surya berkapasitas 100 GW serta penyempurnaan rencana cadangan PLN untuk menghadapi kondisi darurat yang berpotensi mengganggu pasokan listrik.

 

Penulis: Redho Fitriyadi

Editor : Supriadi Burarerah

FAKTA BICARA • RAKYAT MENILAI Kategori