SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai tak ubahnya membiarkan pengelolaan Alun-Alun semrawut berlarut-larut. Selain praktik terselubung pada pembagian atau pemanfaatan tenant, di sana juga Toilet Umum tidak berfungsi, bahkan telah tersegel papan. Kondisi ini sebenarnya “memaksa” pengunjung mencari toilet alternatif di luar lokasi.
Tak hanya menjadi pusat aktivitas warga Sinjai dan kegiatan pemerintahan seperti Gerakan Pasar Murah yang intens digelar oleh TPID, Alun – alun juga menjadi pusat kuliner masyarakat dari luar daerah.
Lebih jelasnya, di sana tempat masyarakat bersantai dan menikmati kuliner, dan kopi, puncaknya pada malam hari. Namun kenyamanan publik kini menurun drastis karena fasilitas dasar tidak dapat digunakan sebagaimana peruntukannya.
Masyarakat mengeluh bahkan tak segan mengajak pemerintah untuk melakukan pembenahan pada manajemen pengelolaan kawasan tersebut. Mereka ingin ada perbaikan terhadap fasilitas yang rusak.
“Itu kan fasilitas umum. Pengunjung kalau mau buang air harus keluar karena toilet disegel,” ujar Tamar, pengunjung, Selasa (24/02/2026).
Dibalik “Segel papan”, toilet justru menimbulkan bau tidak sedap, hal ini menambah ketidaknyamanan pengunjung.
Kendati demikian, para pedagang dikabarkan rutin menyetor iuran sebesar Rp 10.000,- setiap hari. Namun, pengelolaan kawasan khususnya fasilitas berupa toilet justru tidak berfungsi.
Adapun lokasi Alun-Alun berada di Jalan Tondong, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, — demikian bunyi informasi yang dilansir Insertrakyat.com dari kedai online Jendelasatu.com (*/s).





























