JAKARTA, INSERTRAKYAT.com  — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Percepatan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan dan Laporan Pembangunan Huntap yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor Pusat Kemendagri, Rabu (25/2/2026).

Mendagri Tito, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menjelaskan bahwa pembangunan huntap akan dilakukan melalui berbagai skema, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun melalui gotong royong dengan dukungan pihak lain.

BACA JUGA :  Ungkit Master Plan dan Retribusi, Mendagri Tito Karnavian: Pemda Jadi Motor Penggerak Produktivitas Nasional

“Kita tahu bahwa huntap ini dibangun nanti oleh APBN, oleh Kementerian PKP untuk di kompleks,” ujarnya.

Tito menambahkan, pembangunan huntap di luar kompleks akan didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian dan lembaga lain, termasuk Kemenko Polkam, Polri, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas kontribusinya dalam menyediakan hunian bagi korban bencana. “Kita ucapkan terima kasih kepada semuanya, khususnya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah memberikan kontribusi, bertoleransi, solidaritas kepada masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Tito.

BACA JUGA :  Berkas Terdakwa Kasus Korupsi Importasi Gula 2015-2016 Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan bahwa pembangunan huntap dilakukan secara terkoordinasi lintas sektor. “Kita masih berupaya untuk supaya [huntap] dalam waktu dekat bisa diserahkan kepada rakyat,” ujarnya.

Pemerintah juga memastikan berbagai infrastruktur pendukung tersedia, mulai dari jaringan listrik, air bersih, hingga akses jalan, sekaligus membahas solusi atas kendala yang masih dihadapi dalam penyediaan huntap.

BACA JUGA :  Indonesia Darurat Korupsi, Penyair Kritisi Lewat Karya Puisi

Turut hadir dalam pertemuan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sugianto Kusuma. Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy juga hadir secara langsung.

Penulis: Anggytha Putrie Alvio Manho Ganny (Agy) |Editor: Zamroni

Sumber: Kepala Puspen (Kapuspen) Kemendagri, Benni Irwan