JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Capaian kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak terlepas dari kontribusi signifikan atlet asal Jawa Timur, yang secara proporsional melampaui rata-rata nasional. Fakta ini mengindikasikan adanya efektivitas sistem pembinaan olahraga daerah yang dijalankan secara konsisten. Rabu, (31/12/2025).
Anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyampaikan apresiasi atas kinerja atlet Jatim yang dinilai memiliki produktivitas prestasi tinggi jika dibandingkan dengan jumlah atlet yang dikirim.
Menurut dia, dari total 1.021 atlet Indonesia, Jawa Timur hanya mengirim 131 atlet (12,8 persen), namun mampu menyumbang 29 medali emas, 29 perak, dan 33 perunggu.
Secara statistik, sebut LaNyalla, kontribusi tersebut setara dengan 31,87 persen dari total 91 medali emas Indonesia, sebuah capaian yang mencerminkan rasio output prestasi yang unggul.
Sebagai perbandingan, Provinsi DKI Jakarta mengirim 205 atlet (20,07 persen) dengan perolehan 25 emas, sementara Jawa Barat mengirim 278 atlet dan menjadi penyumbang emas terbanyak secara absolut.
Signifikansi capaian Jawa Timur, lanjut LaNyalla, semakin terlihat mengingat cabang olahraga selam, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama daerah tersebut, tidak dipertandingkan pada SEA Games Thailand.
Selain itu, LaNyalla menilai keberhasilan tersebut berkorelasi erat dengan kebijakan KONI Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) yang dirancang secara intensif, berjenjang, dan berbasis evaluasi kinerja.
Elite politik ini menegaskan bahwa, Implementasi kebijakan dan pembinaan, sangat memicu capaian cabang olahraga seperti panahan, angkat besi, tenis, wushu, dan triatlon, yang secara konsisten menyumbang medali emas.
“Akhirnya, (secara Nasional,-red) Jawa Timur tercatat sebagai provinsi penyumbang medali emas terbanyak kedua, setelah Jawa Barat. Kontribusi ini menegaskan posisi strategis Jawa Timur sebagai ekosistem olahraga prestasi Indonesia,” tegas LaNyalla.
Sebagai Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, LaNyalla juga mengapresiasi perolehan medali perak dan perunggu atlet Muaythai Indonesia, mengingat Thailand merupakan pusat dominasi global Muaythai. Capaian tersebut dinilai mencerminkan peningkatan kapasitas kompetitif dan adaptasi teknis atlet nasional.
Lebih lanjut, LaNyalla menegaskan bahwa prestasi SEA Games 2025 perlu dijadikan instrumen evaluasi dan refleksi kebijakan bagi KONI Jawa Timur dan seluruh pengurus cabang olahraga.
Kemudian, penguatan program Puslatda, peningkatan kualitas try out kompetitif, serta integrasi pendekatan sport science akan terus diperkuat sebagai prasyarat dalam membangun pembinaan atlet profesional. “Inilah yang perlu diperkuat,” kuncinya.






















