MAKASSAR, INSERTRAKYAT.com – Kota Makassar telah tergabung dalam ASEAN Smart City Network (ASCN) 2025. Langkah ini menegaskan posisi strategis Makassar di tingkat regional.
Kota ini memiliki potensi multi sektor. Bandara dan pelabuhan menjadi pusat logistik, sementara wisata dan akademik mendukung ekonomi kreatif.
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk pengembangan kota cerdas.
Makassar membuka peluang investasi, inovasi digital, dan pengelolaan sampah berbasis ekosistem hijau. Kemendagri mendorong kolaborasi nasional dan internasional.
Saat ini, empat kota Indonesia tergabung di ASCN: Jakarta, Makassar, Banyuwangi, dan Sumedang. Kota lain seperti Surabaya, Semarang, Palembang, dan Denpasar dikembangkan sesuai karakter masing-masing.
Kerja sama ASEAN–Jepang mendukung stabilitas kawasan sekaligus peluang investasi perkotaan, termasuk pengelolaan sampah yang diperkirakan mencapai 18,4 miliar dolar AS hingga 2040.
Forum ini mempertemukan delegasi ASEAN, Jepang, dan PBB melalui UNCRD. Safrizal memimpin delegasi Indonesia sekaligus membina komunitas kota cerdas ASEAN.
Safrizal berharap Makassar menjadi contoh kota cerdas di Indonesia, mendorong inovasi, investasi, dan tata kelola perkotaan berkelanjutan.






































