KOLAKA (INSERTRAKYAT.com)  — Pembangunan kantor baru Perumda PDAM Tirta Sorume Kolaka Sulawesi Tenggara, idealnya disambut gembira oleh Masyarakat luas. Di sana, proyek infrastruktur, disebut sebagai simbol perubahan besar. “Ini adalah penanda babak baru pelayanan air bersih di Kabupaten Kolaka. Dengan harapan agar pola lama yang kaku ditinggalkan dan menuju sistem layanan modern, terbuka, dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat, sesuai arah reformasi pelayanan publik,” kata Ahmad seorang warga Kota Kolaka, saat ditemui InsertRakyat.com, Jum’at (27/2/2026) siang.

Adapun diketahui bangunan gedung Kantor PDAM itu berlokasi strategis tepatnya di Jalan By Pass Poros Kolaka–Pomalaa. Masyarakat dan rekanan bilang kantor baru ini dirancang sebagai pusat administrasi. Mereka juga berharap agar wajah baru pelayanan publik yang lebih cepat, lebih tertib, dan lebih manusiawi dapat melekat pada kantor tersebut.

Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Sorume Kolaka, Murni Djaelani, A.Md.T., S.Si., MM,

Ditempat terpisah, Direktur Utama Perumda PDAM Tirta Sorume Kolaka, Murni Djaelani, A.Md.T., S.Si., MM, mengutarakan kepada Insertrakyat.com, bahwa, pembangunan merupakan bagian dari agenda besar pembenahan sarana dan prasarana pelayanan publik.

“Ini bukan soal kemegahan bangunan, tetapi tentang perubahan kualitas layanan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan perbedaan: pelayanan yang profesional, cepat, dan berpihak pada pelanggan,” Imbuhnya.

Gedung baru itu, jelas Murni Djaelani, diproyeksikan menjadi pusat pelayanan terintegrasi, yang memutus rantai birokrasi berbelit dan mengubah pola kerja lama menjadi sistem yang lebih efektif dan responsif. Menurut dia, kedepannya Pelanggan tidak lagi berhadapan dengan pelayanan yang rumit, tetapi dengan sistem yang tertata, jelas, dan transparan.

“Dengan fasilitas yang representatif, kinerja pegawai akan semakin optimal. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Proyek pembangunan ini menyerap anggaran Rp2,3 miliar dari penyertaan modal Perumda, dilaksanakan secara kontraktual melalui mekanisme lelang resmi di LPSE Kabupaten Kolaka. Murni menyatakan, seluruh tahapan—perencanaan, konstruksi, hingga pengawasan—melibatkan pihak ketiga, memastikan proyek berjalan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan standar mutu yang terukur.

Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Murni Djaelani menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu proyek. Ia tidak ingin ada  praktik asal jadi.

Targetnya, kata dia, bukan sekadar selesai, tetapi selesai dengan kualitas dan berfungsi bagi pelayanan publik. “Ini investasi jangka panjang untuk pelayanan masyarakat. Kantor ini harus menjadi pusat pelayanan yang hidup, bukan bangunan mati,” tegas Dirut Murni.

Lebih jauh, PDAM Tirta Sorume Kolaka juga menata ulang aset lama. Gedung lama akan dialihfungsikan menjadi pusat produksi air kemasan, gudang penyimpanan, serta workshop/bengkel teknik internal. Langkah ini menunjukkan bahwa setiap aset diarahkan menjadi mesin produktivitas dan pelayanan, bukan sekadar beban operasional.

Pembangunan kantor baru ini sejalan dengan visi besar PDAM Tirta Sorume Kolaka dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang merata, berkelanjutan, dan berkeadilan. Sekaligus menjadi bagian dari penguatan infrastruktur dasar yang mendukung agenda pembangunan daerah.

Murni Djaelani menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat yang dan Pemerintah Kabupaten Kolaka atas dukungan yang diberikan, seraya menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan lagi soal pembangunan fisik, tetapi konsistensi pelayanan.

“Bangunan bisa berdiri megah, tetapi yang paling penting adalah komitmen. Kami ingin masyarakat Kolaka merasakan perubahan nyata, bukan sekadar melihat simbol pembangunan,” pungkasnya.

(Adry.IH)

Ikuti kanal resmi Insertrakyat.com untuk update berita cepat, akurat, dan terpercaya: