JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sedang berkolaborasi melalui lintas kementerian dan lembaga dalam mempercepat pemberdayaan masyarakat desa menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Desa PDT Yandri Susanto menegaskan, pemberdayaan harus beriringan dengan pendampingan agar masyarakat mampu mengembangkan potensi ekonomi, keluar dari kemiskinan, serta membangun kemandirian secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Warga Desa Lumahan Desak Normalisasi Parit Tanjab Barat

“Kalau kita melakukan pemberdayaan tanpa pendampingan, program tidak akan maksimal,” kata Yandri dalam Dialog Nasional Pemberdayaan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian PPN/Bappenas, serta kementerian dan lembaga terkait. Kata Yandri, Masyarakat juga perlu terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga evaluasi program.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Terduga Pelaku Begal Tubuh Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Nagan Raya

Kemendes PDT siap memperkuat kolaborasi lintas kementerian untuk memberdayakan masyarakat desa dan mempercepat pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy menempatkan desa sebagai ujung tombak pemberdayaan. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan harus menjangkau seluruh wilayah, dari Aceh hingga Papua.

Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong pendekatan lintas sektor agar pengentasan kemiskinan tidak bergantung pada bantuan sosial yang habis dalam satu waktu.

Baca Juga :  Besi Beton Jalan Parit Cegat Muncul: Jalan Rusak Parah

Melalui pemberdayaan dan pendampingan berkelanjutan, pemerintah menargetkan masyarakat lebih mandiri, usaha berkembang, serta kesejahteraan meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Jurnalis : Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Burarerah

FAKTA BICARA • RAKYAT MENILAI Kategori