BANDA ACEH, INSERTRAKYAT.COM – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hj. Aisyah Ismail atau yang akrab disapa Kak Iin, mengecam keras kinerja Telkomsel di Aceh yang dinilai abai terhadap tanggung jawab sosial dan pelayanan publik, terutama saat bencana melanda.

Ia menilai, perusahaan sebesar Telkomsel seharusnya memiliki sistem cadangan yang kuat agar komunikasi masyarakat tidak lumpuh total ketika terjadi gangguan listrik dan banjir di berbagai wilayah Aceh.

“Jangan hanya cari untung di Aceh. Ketika listrik mati, jaringan Telkomsel juga ikut mati. Ini aneh dan sangat disesalkan. Banyak masyarakat yang terisolir dan tidak bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka di lokasi bencana. Ini bukan masalah teknis semata, tapi soal kemanusiaan,” tegas Kak Iin, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, Aceh merupakan salah satu wilayah dengan basis pengguna Telkomsel terbesar di Sumatra. Berdasarkan data penyebaran jaringan, Telkomsel menjangkau hingga 95 persen populasi Aceh dan Sumatera Utara, dengan lebih dari 13 ribu BTS aktif, termasuk jaringan 4G dan 5G. “Kalau cakupan sebesar itu, artinya hampir seluruh masyarakat Aceh bergantung pada Telkomsel. Maka tidak pantas jika jaringan langsung lumpuh ketika terjadi bencana,” ujar Kak Iin.

Ia menambahkan, gangguan komunikasi di tengah bencana banjir besar bukan hanya menghambat koordinasi penanganan darurat, tetapi juga menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga.

Banyak masyarakat yang tidak dapat menghubungi keluarga mereka selama berhari-hari akibat putusnya jaringan. “Bagaimana rakyat bisa tenang kalau tidak bisa saling mengabarkan keadaan? Ini sangat memalukan untuk perusahaan sebesar Telkomsel,” tambahnya dengan nada kecewa.

Kak IIN Juga anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Ia meminta adanya solusi nyata berupa pemasangan generator cadangan (genset) di BTS penting, serta rencana kontingensi komunikasi darurat untuk wilayah bencana. “Harus ada interkoneksi dan integritas Telkomsel dalam menjaga pelanggan di Aceh.

 Ikuti Berita Insertrakyat.com