PAREPARE, INSERTRAKYAT.com — KepolisianResor (Polres) Parepare mencatat dinamika kamtibmas yang fluktuatif sepanjang tahun 2025. Data resmi yang dikemukakan dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolres Parepare, Senin (29/12/2025), menunjukkan peningkatan jumlah laporan kriminal, diikuti penurunan tingkat penyelesaian perkara, sementara pada sektor lalu lintas terjadi perbaikan signifikan dalam angka kecelakaan.
Secara komprehensif capaian kinerja tersebut disampaikan langsung Kapolres Parepare, AKBP Indra Waspada Yudha, didampingi para pejabat utama.
Demikian pula, secara metodologis, data ini menjadi alat evaluasi institusional untuk membaca kapasitas penegakan hukum, responsivitas organisasi, serta efektivitas pengendalian kamtibmas di wilayah hukum Parepare, Sulawesi Selatan.
Sepanjang 2025, Polres Parepare menerima 566 laporan tindak pidana, meningkat 15 kasus (2,72%) dibanding 2024 yang berjumlah 551 laporan. Namun, pada saat yang sama, jumlah perkara yang berhasil diselesaikan turun signifikan, dari 525 kasus (95,28%) pada 2024 menjadi 448 kasus (79,15%) pada 2025.
Penurunan rasio penyelesaian sebesar 14,66 persen ini menandakan adanya evaluasi volume perkara yang masuk dan daya tanggap penanganan. Fakta ini perlu dibaca dan dimaknai; bukan semata sebagai penurunan kinerja individu, melainkan sebagai indikator beban sistemik yang membutuhkan penyesuaian strategi, sumber daya, dan manajemen penanganan perkara.
Untuk kejahatan konvensional, masih tetap menjadi tulang punggung gangguan kamtibmas. Pada 2025 tercatat 478 laporan, naik tipis dari 474 laporan pada 2024. Namun tingkat penyelesaian justru turun tajam, dari 449 kasus menjadi 382 kasus.
Sementara itu, kejahatan transnasional menunjukkan tren peningkatan yang lebih jelas, dari 76 kasus menjadi 86 kasus. Jenis kejahatan ini menuntut pendekatan yang lebih kompleks karena melibatkan jaringan lintas wilayah dan pola kejahatan berbasis teknologi. Adapun kejahatan yang merugikan keuangan negara tercatat meningkat meski secara kuantitas masih terbatas.
Penanganan narkotika, khususnya sabu, tetap menjadi beban strategis. Selama 2025, Polres Parepare mencatat:
- 86 laporan kasus
- 110 tersangka
- Barang bukti ±63,8 kilogram sabu
- Nilai ekonomis barang bukti ±Rp95,7 miliar
- 65 kasus selesai
Pengungkapan narkotika jelas berdampak pada statistik kriminal, dan berimplikasi pada penyelamatan sosial. Selama 2025, Polres Parepare mencatat pengembalian uang ke negara sebesar Rp760.472.000, yang menegaskan dimensi ekonomi dari kejahatan narkotika.
Sejumlah kasus menonjol menandakan adanya karakter kejahatan yang berisiko tinggi terhadap rasa aman publik, di antaranya penyalahgunaan BBM subsidi, pembunuhan, serta pencurian kendaraan bermotor roda dua. Penyelesaian kasus-kasus ini menunjukkan kemampuan operasional, namun juga memperlihatkan pola kejahatan yang adaptif terhadap celah pengawasan.
Pada sektor lalu lintas, terjadi penurunan jumlah kecelakaan dari 137 kasus (2024) menjadi 115 kasus (2025). Korban meninggal dunia juga menurun dari 21 orang menjadi 18 orang. Namun persoalannya juga muncul pada aspek kerugian material yang melonjak tajam hingga Rp250,2 juta, naik signifikan dibanding 2024.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun kecelakaan berkurang secara kuantitatif, tingkat keparahan dan nilai kerugian meningkat, menuntut penguatan aspek pencegahan dan keselamatan berbasis risiko.
Pada aspek penegakan hukum lalu lintas, jumlah teguran dan tilang mengalami peningkatan, yang mencerminkan intensifikasi pengawasan. Sementara itu, sepanjang 2025 tercatat 18 aksi unjuk rasa, seluruhnya berlangsung damai tanpa eskalasi anarkis.
Kapolres Parepare menegaskan bahwa keseluruhan data ini menjadi bahan koreksi internal dan dasar penyusunan kebijakan operasional ke depan guna meningkatkan kualitas pelayanan Polri dan stabilitas kamtibmas.
Anev Gangguan Kamtibmas
| Tahun | Laporan | Selesai | Persentase |
|---|---|---|---|
| 2024 | 551 | 525 | 95,28% |
| 2025 | 566 | 448 | 79,15% |
| Tren | +15 | -77 | -14,66% |
Jenis Kejahatan
| Jenis Kejahatan | 2024 | 2025 | Tren |
|---|---|---|---|
| Konvensional | 474 | 478 | +0,84% |
| Transnasional | 76 | 86 | +13,15% |
| Merugikan Negara | 1 | 2 | +100% |
Kasus Menonjol 2025
| Kasus | Laporan | Tersangka | Status |
|---|---|---|---|
| BBM Subsidi | 2 | 1 + 1 DPO | Penyidikan |
| Pembunuhan | 1 | 1 | Selesai |
| Curanmor R2 | 6 | 6 | Selesai |
| Narkotika (Sabu) | 86 | 110 | 65 selesai |
Data Laka Lantas
| Indikator | 2024 | 2025 | Tren |
|---|---|---|---|
| Jumlah Laka | 137 | 115 | -16,05% |
| Korban MD | 21 | 18 | -14,28% |
| Kerugian Material | Rp52,39 jt | Rp250,2 jt | Naik signifikan |
Gakkum Lantas dan Unjuk Rasa
| Kegiatan | 2024 | 2025 | Tren |
|---|---|---|---|
| Teguran | 3.099 | 3.368 | +8,68% |
| Tilang | 532 | 614 | +15,41% |
| Unras Damai | 16 | 18 | +12,5% |
Penulis: Isma |Editor: Bahtiar























