JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Presiden Prabowo telah mengusung berbagai program pro-rakyat seperti Program Tiga Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kampung nelayan, hingga program ketahanan pangan.
Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Sabtu, 15 November 2025.
Kendati demikian, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, hunian yang layak sangat penting bagi masyarakat
Bahkan, hunian yang layak, nyaman, dan sehat akan mendukung terwujudnya tata kelola kota yang lebih aman.
Menurutnya, tak kalah pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk, termasuk di Jakarta, perlu diperbanyak.
Selain itu, sebut Tito, model hunian vertikal idealnya mampu memperbaiki penataan kota sekaligus memudahkan penyediaan berbagai fasilitas publik.
“Fasilitas ini mencakup kebutuhan masyarakat, seperti fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau,” ungkap Tito Karnavian saat rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Berdasarkan keterangan resmi dari Puspen Kemendagri, Benni Irwan yang diterima Insertrakyat.com, pada Jum’at, 14 November. Dijelaskan bahwa, kegiatan rapat tersebut berlangsung di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, pada Kamis, 13 November.
Dalam Rapat, Tito Karnavian bercerita tentang kehidupan kota di Singapura. Menurutnya, pada saat menjalani masa pendidikan, dirinya melihat dan mencermati secara langsung bagaimana Singapura dan Cina memperbaiki tata kelola perumahan perkotaan.
Tito menegaskan bahwa, pada akhir 1990-an, kawasan permukiman di kedua negara itu masih sangat padat, namun secara bertahap menjadi lebih tertata seiring pembangunan rumah susun atau hunian vertikal.
“Nah, sebetulnya kita mengharapkan Jakarta bisa seperti itu. Berubah. Dan itu tapi kita harus mulai dari sosialisasi kepada masyarakat,” imbuh Tito.
Lebih lanjut dalam diskusi yang dipimpin Menteri PKP Maruarar Sirait tersebut,
Mendagri juga menceritakan bahwa semasa menjabat Kapolda Metro Jaya, ia turut membantu Gubernur DKI kala itu dalam menertibkan permukiman kumuh di bantaran sungai.
Dalam proses itu, warga kemudian direlokasi ke rumah susun.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama berbagai pihak, masyarakat berangsur pindah ke lokasi yang telah ditetapkan,” kenang Tito Karnavian yang juga mantan Kapolri.
Mengingat kepadatan kota yang perlu ditata, Tito berharap, ke depan partisipasi masyarakat terhadap program hunian layak semakin meningkat.
Tujuannya, agar memperoleh lingkungan yang lebih sehat, dan masyarakat juga dapat menjadi lebih produktif, serta berdampak pada peningkatan ekonomi.
Pada prinsipnya, kata Mendagri, wacana itu sejalan dengan pandangan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jadi [ayo mari] bantulah bersama-sama, suarakan ke masyarakat. Ini program Bapak Prabowo. Ini program yang sangat pro-rakyat kecil,” harap Mendagri.
Turut hadir dalam rapat tersebut Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda, serta para pihak terkait dari kawasan padat penduduk di Jakarta. (Agy/Agy)






















