JAKARTA, INSERTRAKYAT.com – Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 menjadi momentum penting yang memikat perhatian nasional. Pertemuan antara generasi muda, pejabat daerah, dan pusat kementerian dalam negeri menegaskan langkah sinergis untuk tata kelola pemerintahan yang lebih maju dan berdaya saing, mendukung laju Asta Cita Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas.

Di Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Mendagri Muhammad Tito Karnavian membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025, Senin (27/10/2025). Kegiatan ini berlanjut pada Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA: Kapolri dan Wapres Gibran Lepas 1.268 Ton Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Rakor diikuti seluruh Sekda dan Kepala Bappeda dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota. Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, hadir bersama Kepala Bappeda Sinjai, Ibu Heriani Dahlan.

“Rakor ini menjadi wadah evaluasi program 2025 sekaligus menyusun sinkronisasi program 2026, agar pembangunan nasional dan daerah berjalan selaras tanpa tumpang tindih,” ujar Andi Jefrianto Asapa kepada Insertrakyat.com.

BACA JUGA: Jejak Sejarah Desa Tongke-Tongke: Dari Kampung Toke hingga Desa Mangrove Nasional

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menekankan peran strategis Sekda dan Kepala Bappeda sebagai jantung birokrasi yang menentukan jalannya pemerintahan di daerah. “ASN tertinggi yang menjadi motor jalannya pemerintahan itu para Sekda,” tegasnya.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Catat Sejarah, Hadiri Parade Militer Bastille Day 2025 sebagai Tamu Kehormatan

Tito Karnavian menyoroti beberapa daerah yang memiliki potensi pendapatan tinggi namun realisasi belanja belum optimal, sementara daerah lain menunjukkan koordinasi efektif antara kepala daerah dan seluruh jajaran dinas. “Belanja tinggi menunjukkan koordinasi baik oleh para kepala daerah dalam mengoordinasikan kepala dinasnya. Mana yang lambat, didorong. Mana yang sudah berjalan, dipacu,” kata Mendagri.

Belanja pemerintah, menurut Tito Karnavian, bukan sekadar angka, tetapi pendorong sektor swasta. Aliran belanja publik berdampak langsung pada peredaran uang masyarakat, memperkuat daya beli dan menggerakkan ekonomi. Dinamika Transfer ke Daerah (TKD) juga penting diperhatikan agar pemerintah daerah tetap mampu melaksanakan kewajibannya, termasuk pelayanan dasar kepada masyarakat.

BACA JUGA: Mendagri : Daerah Inflasinya di Atas 3,5 Persen Segera Lakukan Pengendalian

Dalam perspektif perencanaan fiskal 2026, Mendagri menekankan empat strategi utama pemerintah daerah. Pertama, efisiensi anggaran pada perjalanan dinas, rapat, dan pemeliharaan sarana kantor. Kedua, menggali potensi pendapatan baru tanpa membebani masyarakat kecil, seperti pajak alat berat, pajak restoran, dan pajak air tanah. Ketiga, memanfaatkan program prioritas pemerintah pusat di wilayah masing-masing. Keempat, mendorong inovasi dan terobosan kreatif.

“Contohnya Pemprov Kepulauan Riau yang membuka ekspor hortikultura ke Singapura. Inovasi ini menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperluas pasar internasional,” kunci Mendagri.

BACA JUGA: Wartawan Apresiasi Donor Darah Humas Polres Sinjai Setetes Darah Elang Suganda: Selamatkan Nyawa!

Sekda Sinjai menegaskan forum ini memperkuat sinkronisasi program pusat dan daerah, serta menjamin keterpaduan lintas sektor yang mendukung prioritas pembangunan nasional.

BACA JUGA: Kemendagri Diganjar Penghargaan, Tito Sumringah: APBD Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Forum ini juga menjadi kesempatan pemerintah daerah menyerahkan proposal kegiatan kepada kementerian terkait, memastikan program prioritas daerah mendapat dukungan maksimal. Hasil Rakor diharapkan ditindaklanjuti melalui mekanisme koordinasi lanjutan, baik forum regional maupun sektoral, agar seluruh program terintegrasi optimal dalam perencanaan dan penganggaran 2026.

Seiring Rakor, peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 menjadi momen refleksi. Sekda Sinjai menyerukan esensi semangat persatuan dan tanggung jawab terhadap pembangunan daerah dan bangsa.

“Hari ini kita memperingati Sumpah Pemuda, momentum mengingatkan kita bahwa masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda yang berani bermimpi, berbuat, dan berinovasi,” kata Andi Jefrianto Asapa saat dikonfirmasi wartawan InsertRakyat.com di Jakarta.

BACA JUGA: Program Review Jadi Model Baru Evaluasi Kebijakan, BSKDN Dorong Partisipasi Publik, Ada Bapedda Sinjai

Andi Jefrianto menegaskan, integritas, kreativitas, dan ketangguhan pemuda adalah kunci perubahan di setiap bidang kehidupan. Andi Jefrianto mengajak pemuda Sinjai lebih aktif menjadi pelopor kemajuan, penjaga nilai kebangsaan, dan penggerak transformasi menuju masa depan lebih baik, sejalan dengan motto Bersatu (Bersih, Elok, Rapi, Aman, Tekun, Unggul).

“Pemuda Sinjai tetaplah pelopor kemajuan, penjaga nilai kebangsaan, dan penggerak perubahan menuju masa depan lebih baik. Dirgahayu Pemuda,” ujarnya.

BACA JUGA: Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi Lewat Pelatihan Kreator Konten

Semangat persatuan ini juga tercermin dalam upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Plaza Gedung A Kemendagri, Selasa (28/10/2025). Upacara diikuti seluruh jajaran pegawai Kemendagri, BNPP, dan DKPP. Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, membacakan sambutan Menpora, menegaskan bahwa meski zaman berubah, semangat keberanian, tanggung jawab, dan tindakan harus tetap relevan.

“Sekarang kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Semangatnya tetap sama: Indonesia harus tegak dan tidak boleh kalah,” kata Teguh.

BACA JUGA: Mendagri Tito Pacu Daerah Optimalkan Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, terkait dengan Evaluasi kinerja pemerintah daerah selama Rakor menunjukkan variasi capaian APBD. Beberapa daerah mencapai realisasi lebih dari 90 persen, sementara yang lain masih di bawah 70 persen. Mendagri menekankan, keberhasilan realisasi belanja berkorelasi dengan kepemimpinan aktif Sekda, koordinasi BPKAD, dan sinergi Bappeda.

Pendekatan efisiensi, optimalisasi sumber pendapatan baru, dan peningkatan kapasitas BUMD menjadi strategi utama untuk menjaga keberlanjutan fiskal. Pemanfaatan program prioritas pemerintah pusat, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kreatif, menjadi fokus penguatan pertumbuhan daerah.

BACA JUGA: KPK Dorong Sulsel Jadi Teladan Tata Kelola Berintegritas di Kawasan Timur Indonesia

Lantas, kehadiran para Kepala Bappeda termasuk Sekda Sinjai Andi Jefrianto Asapa kian menyedot perhatian pejabat Kemendagri, salah satunya adalah Sang Made Mahendra Jaya, Itjen Kemendagri sekaligus mantan Pj Gubernur Bali.

Saat terkonfirmasi  Insertrakyat.com melalui sambungan daring khusus, Sang Made Mahendra Jaya berpesan satu hal yang luas maknanya.

Ringkasnya ia berharap agar sinergitas tetap menjadi landasan utama demi kemajuan bangsa.

“Cintai persatuan dan tali silaturahmi, karena itu bagian dari nilai Gotong Royong dan Tenggang Rasa, ini bagian dari kearifan lokal dan harapan nasional,” tegasnya.

Mantan petinggi polri ini juga menegaskan bahwa khusus lintas sektor seperti Inspektorat pusat dan daerah turut andil secara ketat melakukan pengawasan dan pembinaan di daerah.

“Kita juga telah menggelar kegiatan Rakornas Binmas, kemudian aspirasi dan masukan masyarakat kini telah ditindaklanjuti oleh Mendagri dengan melakukan Rakor bersama pemda, ini semua demi mewujudkan pembangunan dan pengelolaan anggaran yang akuntabel dan transparan,” tegasnya.

BACA JUGA : Mendagri Tito Karnavian : APIP Adalah Garda Pencegah Pelanggaran Pemda

Kendati pun, pada momentum Hari Sumpah Pemuda 2025 menjadi bagian dari pendorong pembangunan yang terkoordinasi, dalam bingkai persatuan seluruh elemen bangsa.

BACA JUGA: Potret Momen:Inspektur Jenderal Kemendagri Tinjau Siskamling di Surakarta

“Ini menjadi fondasi kemajuan nasional,” kunci Made Mahendra sapaan akrab Inspektur Jenderal Kemendagri.

Penulis: Anggytha Putrie Alvio Mahho Ghanny

Editor: Mhd Iqbal