“Rutan Sinjai 2026 catat 9 sorotan positif, pembinaan WBP, inovasi layanan, sinergi stakeholder, prestasi nasional, program prioritas Kemenkumham.”

SINJAI, INSERTRAKYAT.com – Sepanjang tahun 2026, Rutan Sinjai mencatat berbagai capaian yang menjadi sorotan positif hari ini. Mulai dari peningkatan pelayanan kepada warga binaan hingga inovasi program pembinaan, lembaga ini berhasil menghadirkan perubahan yang signifikan dalam sistem pemasyarakatan di Kabupaten Sinjai. Kantor Rutan terletak di Jln. Teuku Umar, Kelurahan Biringngere, Kecamatan Sinjai Utara, “Kota Bersatu.”

Untuk jumlah Warga Binaan Rutan Sinjai, tahun 2026 pada statistik rutan 21 Maret, sebanyak 193 orang, yang terdiri dari sebanyak 126 menyandang status napi, 67 tahanan titipan.

Di sana, sejumlah program pembinaan, inovasi layanan publik, dan sinergi dengan berbagai stakeholder menjadi pemicu keberhasilan. Program-program rutan dipusatkan untuk kebermanfaatan bagi warga binaan, dan membuka peluang interaksi positif dengan Masyarakat Nasional.

Lebih lanjut kutu berita InsertRakyat.com mencatat hasil wawancara terhadap Karutan Sinjai, Darman Syah, pada Sabtu 4 April 2026 yang bertujuan untuk merangkum informasi atas capaian dan strategi Rutan Sinjai dalam implementasi program kerja yang terencana pada kalender 2025.

Adapun sedikitnya terdapat 9 poin capaian  implementasi program dimaksud, berikut inilah komposisi nya.

1. Capaian Kinerja Utama Rutan Sinjai 2026

Dalam waktu relatif singkat pada 2026, Rutan Sinjai menunjukkan peningkatan layanan yang konsisten. Kata Darman Syah, setiap program pembinaan dijalankan dengan memperhatikan hak-hak dasar warga binaan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih humanis dan produktif.

Tidak hanya internal, Rutan Sinjai memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga masyarakat, untuk menjalin kolaborasi demi terwujudnya pelayanan atau layanan hukum, kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan warga binaan pria dan perempuan.

Capaian ini sejalan dengan regulasi pemasyarakatan, seperti UU Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan hak dan kewajiban warga binaan serta tanggung jawab lembaga pemasyarakatan.

“Sepanjang tahun 2026, capaian kinerja Rutan Sinjai menunjukkan hasil yang positif dalam peningkatan pelayanan kepada warga binaan dan masyarakat,” ujar Darman Syah. Ia menyebut program pembinaan berjalan konsisten, hak warga binaan terpenuhi, dan layanan publik semakin terbuka. “Petugas rutan juga mentaati tatip secara utuh,” imbuhnya.

2. Program Unggulan Pembinaan Kemandirian dan Kepribadian

Rutan Sinjai mengembangkan berbagai program unggulan untuk membentuk kemandirian warga binaan. Program ini meningkatkan daya saing keterampilan praktis yang dapat diterapkan setelah bebas, seperti pembuatan keripik peyek, keripik pisang, kerajinan rajutan, dan gantungan cermin hias.

Selain keterampilan, Rutan juga fokus pada penguatan mental dan spiritual warga binaan. Program PKBM, Dirosa, tahsin Al-Qur’an, serta pemberantasan buta aksara, menjadi landasan pembinaan karakter yang berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 21 Tahun 2019 tentang Standar Minimum Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan, sehingga setiap langkah pembinaan sesuai aturan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Rutan Sinjai memiliki sejumlah program unggulan untuk pembinaan kemandirian, seperti pelatihan pembuatan keripik peyek, keripik pisang, kerajinan rajutan, gantungan cermin hias, serta pengembangan produk UMKM warga binaan,” ulang Darman Syah.

3. Inovasi Pelayanan Publik dan Transparansi

Rutan Sinjai terus berinovasi dalam layanan publik untuk meningkatkan transparansi. Semua informasi mengenai kunjungan, pembinaan, dan kegiatan sosial kini dapat diakses masyarakat dengan lebih mudah.

Transparansi ini membangun kepercayaan publik terhadap Rutan, sekaligus memperlihatkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan hanya tempat penahanan, tetapi juga pusat pembinaan warga binaan.

Publikasi kegiatan, seperti remisi, pelatihan UMKM, donor darah, bakti sosial, dan panen raya, menjadi bentuk keterbukaan yang mendekatkan Rutan kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Ketua KPK : Open BO Efektif Cegah Korupsi di Indonesia

“Inovasi pelayanan publik di Rutan Sinjai cukup signifikan dalam meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat. Kini publik bisa mengakses informasi tentang layanan kunjungan, pembinaan, kegiatan sosial, hingga capaian program secara langsung,” ujar Darman Syah.

4. Pemenuhan Hak Dasar Warga Binaan

Rutan Sinjai memastikan hak dasar warga binaan terpenuhi, mulai dari kesehatan, makanan, hingga pembinaan mental dan spiritual. Pemeriksaan rutin, layanan klinik, dan koordinasi dengan Puskesmas serta RSUD Sinjai dilakukan secara berkesinambungan.

Kualitas makanan dijaga agar sesuai standar gizi dan kebersihan. Selain itu, program mental spiritual diperkuat melalui Dirosa, tahsin, ceramah agama, serta kerja sama dengan Kemenag dan BKMT.

Upaya ini sesuai dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menjamin hak hidup sehat dan hak mendapatkan pembinaan bagi setiap warga binaan.

“Rutan Sinjai memastikan hak dasar warga binaan terpenuhi, termasuk kesehatan, makanan, dan pembinaan mental spiritual,” ujar Darman Syah.

5. Pembinaan Berbasis Keterampilan

Rutan Sinjai menyiapkan keterampilan yang aplikatif sebagai bekal reintegrasi sosial. Program mencakup produksi makanan ringan UMKM, kerajinan tangan, dan ketahanan pangan.

Program ini dirancang agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk usaha atau pekerjaan.

Selain itu, pelatihan keterampilan juga memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian warga binaan dalam menjalani kehidupan pascapembebasan.

“Langkah konkret kami adalah menyediakan program keterampilan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat, seperti produksi makanan ringan UMKM, kerajinan tangan, dan ketahanan pangan,” kata Darman Syah.

6. Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP)

Dalam HBP 2026, Rutan Sinjai menggelar kegiatan yang menyentuh warga binaan dan masyarakat, seperti donor darah, bakti sosial, penyaluran bansos, pemasyarakatan bersih-bersih, serta pekan olahraga dan seni (Porseni).

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kepedulian sosial, tetapi juga membangun rasa kebersamaan antara warga binaan dan petugas Rutan.

Selain itu, kegiatan HBP menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi warga binaan untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan produktif.

“Kami melaksanakan berbagai kegiatan yang menyentuh warga binaan maupun masyarakat, termasuk donor darah, bakti sosial, penyaluran bansos, pemasyarakatan bersih-bersih, serta pekan olahraga dan seni (Porseni),” ujar Darman Syah.

7. Sinergi dengan Instansi dan Stakeholder

Jika Institusi pusat kian massif menggalakkan sinergitas, juga demikian Rutan Sinjai terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan Kemenag, BKMT, DPC Perempuan Indonesia Maju, FKUB, Dinas Kesehatan, perguruan tinggi, dan lembaga bantuan hukum menjadi pondasi layanan yang lebih baik. Bahkan kedepannya akan memperluas kolaborasi pada sektor literasi.

Sinergi aktif juga melibatkan Polres Sinjai dan Kodim 1424/Sinjai untuk mendukung pengamanan dan deteksi dini gangguan ketertiban di lingkungan Rutan.

Selain memperkuat keamanan, kerja sama ini juga membuka peluang pembinaan yang lebih luas bagi warga binaan.

“Sinergi Rutan Sinjai dengan instansi lain dan stakeholder terus diperkuat, mulai dari Kemenag, BKMT, DPC Perempuan Indonesia Maju, FKUB, Dinas Kesehatan, perguruan tinggi, hingga lembaga bantuan hukum,” ujar Darman Syah.

8. Indikator Keberhasilan Kinerja

Keberhasilan Rutan Sinjai diukur dari dampak positif program pembinaan bagi masyarakat. Pemasaran produk UMKM warga binaan, misalnya, mendapat respons positif pada kegiatan Car Free Day.

Program ketahanan pangan juga berhasil dengan panen jagung, kelapa, dan holtikultura. Prestasi pegawai turut menambah kebanggaan, termasuk Juara 1 Lomba Desain Logo HBP ke-62.

Selain itu, 80 warga binaan menerima remisi Idul Fitri sebagai reward atas perilaku baik selama mengikuti pembinaan.

BACA JUGA :  Produk UMKM Olahan WBP Jadi Primadona di Mata DPR, PIM-BKMT, Karutan Sinjai Teken MoU

“Indikator keberhasilan paling menonjol adalah manfaat bagi masyarakat, seperti pemasaran produk UMKM warga binaan di Car Free Day yang mendapat respons positif,” jelas Darman Syah.

9. Harapan dan Rencana Strategis ke Depan

Ke depan, Rutan Sinjai fokus pada implementasi 15 Program Aksi Kemenkumham dan Pemasyarakatan untuk memperkuat layanan, pembinaan, keamanan, dan tata kelola organisasi.

Peningkatan kualitas SDM petugas dan inovasi pelayanan publik yang transparan juga menjadi prioritas. Dengan langkah ini, Rutan Sinjai siap menghadapi tantangan pembinaan di masa depan.

Harapannya, warga binaan dapat kembali diterima masyarakat dengan kehidupan lebih baik, mandiri, dan produktif.

“Ke depan, fokus strategis diarahkan pada implementasi 15 Program Aksi Kemenkumham dan Pemasyarakatan untuk memperkuat layanan, pembinaan, keamanan, dan tata kelola organisasi,” tutur Darman Syah.

Kilas Balik, Beragam Esensial Terkait Rutan Sinjai

Ada pun diketahui, sebelumnya, Rutan Sinjai menjalin kerjasama dengan berbagai Instansi internal dan Vertikal yang ditandai dengan MoU salah satunya kerja sama dengan BNNRI melalui BNNK Bone pada Selasa 26 Agustus 2026.

Sinergi tersebut untuk mendukung Program Nasional Indonesia Bersinar (Indonesia Bersih Narkoba) di lingkungan Rutan Sinjai.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Karutan, Darman Syah dan Kepala BNNK Bone, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) La Muati, S.H.,M.H  bertempat di gedung Rutan Sinjai siang hari, yang dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta tes urine bagi pegawai dan warga binaan.

Satu Kegagalan Yang Sempurna Berakhir  “Kilat.”

Banyak sumber perna bilang, satu kegagalan yang sempurna juga pernah terjadi di Rutan Sinjai. Sementara itu, menurut Darman Syah, kegagalan tersebut menjadi cambuk untuk menata sistem keamanan lebih jitu.

Adapun ebih dari 5 hari  Kalender Juli 2025 menandai. “Anas Kabur” dari Rutan Sinjai.

Dia adalah tahanan titipan Sat Reskrim Polres Sinjai. Singkatnya dalam pelarian Anas, ia kemudian ditangkap di Kabupaten Gowa setelah sepekan kemudian.

Penangkapan Anas dilakukan oleh Tim gabungan personil  Rutan, Resmob Sinjai, Bantaeng dan Polda Sulsel.

Setelah berhasil diringkus, Anas kemudian dibawa ke Mapolres Sinjai, Jln Bhayangkara, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, setelah sebelumnya dihadiahi sebutir timah panas yang meledak dibagian kaki.

Saat tiba di Mapolres Sinjai, barulah Anas mengakui menyesal kabur. “Saya menyesali [perbuatan itu],” ujar Anas kepada Wartawan, Sabtu 12 Juli. Sebelumnya Anas (20) ini kabur dari Rutan Sinjai pada Rabu dini hari. Ia kabur dari dalam sel Merah setelah menjebol plat fon.

Terapi Batin WBP (Dzikir & Doa)

Sehari sebelum Anas tiba di Sinjai, Rutan Kelas IIB Sinjai menggelar terapi batin bagi warga binaan, melalui kegiatan dzikir dan doa bersama, serta pembiasaan mengaji dan shalat lima waktu.

Darman Syah bilang, sebenarnya kegiatan ini bagian dari rutinitas yang dilaksanakan secara berkelanjutan di Rutan Sinjai.

“Kegiatan Dzikir dan Doa digelar secara rutin setiap hari Jumat, tadi dihadiri langsung oleh Wakil Ketua MUI Sinjai ” kata Karutan Sinjai, Darman Syah kepada Insertrakyat.com sesaat setelah kegiatan serupa dilakukan pada Jum’at, 11 Juli di Mushola Rutan Sinjai

Pasca Anas berhasil ditemukan kembali, Karutan Sinjai, Darman Syah akui “lega”. Disinilah juga babak akhir kegagalan Rutan Sinjai. Karutan Darman Syah kemudian mematangkan pembinaan dan penstabilan keamanan hingga saat ini 2026, makin gencar dilakukan.

Karutan Sinjai Sumringah WBP Raih Penghargaan Juara 1 Kategori Regional

Adapun hasil dari buah pembinaan yang dilakukan Rutan Sinjai secara berkala dan matang dapat dilirik kembali pada momen Karutan gembira “Sumringah” di Pusat Kota Sulawesi Selatan.

BACA JUGA :  Rutan Sinjai Tegaskan Hak Pendidikan, Napi Ikut Ujian

Karutan mana yang tidak bangga bila WBP meraih capaian gemilang, itupun buah dari pembinaan yang telah diimplementasikan dari waktu relatif singkat.

Lebih jelasnya saat itu, Rutan Kelas IIB Sinjai memuncaki capaian signifikan. Warga binaan meraih Juara Umum I pada ajang Perkemahan Satya Darma Bhakti Pemasyarakatan.

Kegiatan berlangsung di Makassar sejak 18 hingga 20 September 2025. Kompetisi ini melibatkan berbagai bidang lomba yang diikuti peserta dari sejumlah rutan dan lapas tingkat regional.

Tim Rutan Sinjai tampil unggul di berbagai kategori perlombaan. Hasilnya, mereka dinyatakan sebagai Juara Umum I setelah rangkaian penilaian final.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Kwarda Pramuka Sulsel, Adnan Purichta Ichsan. Ia menyerahkan piala Juara Umum I kepada Kepala Rutan Sinjai, Darman Syah.

Kepala Rutan Sinjai menyatakan rasa bangga atas keberhasilan warganya (warga binaan). Ia menegaskan bahwa prestasi ini menunjukkan potensi warga binaan tetap bisa berkembang.

“Juara ini bukti bahwa keterbatasan tidak menghalangi kreativitas,” ujar Darman, Sabtu. Menurutnya, hasil ini menjadi motivasi untuk terus membina kegiatan positif di dalam rutan.

Darman menyebut kegiatan semacam ini memberi ruang pengembangan diri bagi warga binaan. Tujuannya agar mereka semakin terampil, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Darman menyebut peran pelatih, petugas pendamping, serta panitia sangat membantu kelancaran.

“Kerja sama semua pihak memastikan warga binaan dapat berpartisipasi penuh,” ungkapnya. Ia menutup dengan tekad menjaga komitmen pembinaan berbasis kegiatan produktif.

Melalui ajang ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman berharga. Mereka juga diharapkan semakin termotivasi membangun perilaku positif dan produktif.

Kendati demikian, pada 2026 ini dalam rentan waktu kurang lebih dari 100 hari, InsertRakyat.com mencatat 9 poin utuh capaian Rutan Sinjai.

Menyambung Program 2025 ke 2026

Salah satu lanjutan program 2025 adalah kerjasama rutan di bidang pendidikan melalui PKBM. PKBM sendiri merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, membumi lebih luas sejak era Kadisdik, Irwan Suaib untuk mencerdaskan anak bangsa yang sebelumnya putus sekolah.

Diketahui pula, untuk Program Pemberantasan Buta Aksara khusus huruf Qur’an, itu dicetuskan Pemerintah melalui gagasan mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan, sejak era mesin ketik, dari masa itu mulai dikenal luas. Pencetus program ini juga merupakan Purnawirawan TNI sekaligus Mantan Gubernur Sulawesi Selatan, H. M Amin Syam. (Mendiang).

Dikutip InsertRakyat.com dari karya penulis, Waspada Santing, pada sejumlah halaman Buku dengan sampul hijau “Religiusitas Birokrasi”, dalam karyanya Waspada Santing menulis bahwa H. M Amin Syam mencetuskan program Pemberantasan Buta Aksara huruf Al – Qur’an pada masanya. Saat itu juga dimplementasi melalui sekolah TKA – TPA di Sulawesi Selatan. Mendiang Amin Syam lahir di Kabupaten Bone. Demikian pula dengan Karutan Sinjai, Darman Syah lahir di sana.

Sekedar Informasi, memasuki era Komputer, Jurnalis dari berbagai media kecil, Muh.Said Mattoreang.dkk, juga berhasil membangun satu unit Sekolah TKA-TPA, telah beroperasi sejak tiga tahun lalu, dengan puluhan murid aktif belajar, mereka diajarkan ilmu religius oleh tenaga handal non PPPK.

Dalam catatan InsertRakyat.com yang dilaporkan Jurnalis Muh Sa’id, Sekolah ini terakhir di kunjungi oleh Mahasiswa UIAD Sinjai pada awal 2026.


Penulis: Supriadi Buraerah (S-PJC23).
Editor : Zamroni (Z-BS24)
Anda Punya informasi penting dan menarik, undang InsertRakyat.com untuk Wawancara eksklusif secara Independen, atau dapat mengirim informasi penting mencakup, Literasi, Peristiwa, Kegiatan; dan lainnya yang merupakan informasi layak dipublikasikan. Akses layanan melalui Tombol Whatsapp InsertRakyat.com.

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214