KEPALA Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan baru – baru ini sukses meraih penghargaan sebagai insan pemerintah berprestasi dalam kategori Mitra Kolaborasi Terbaik BSSN 2025, pada ajang Digital Trust 360 Summit 2025 yang digelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada Jum’at (21/11/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif BKN dalam membangun ekosistem keamanan informasi, memperkuat perlindungan data ASN, dan mendorong integrasi arsitektur digital pemerintahan yang lebih aman dan andal.
Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi, menyerahkan langsung penghargaan kepada Prof. Zudan. Ia menegaskan bahwa BKN merupakan mitra yang paling aktif dalam berbagai inisiatif penguatan keamanan siber.
“BKN aktif menerapkan standar keamanan informasi pada sistem kepegawaian, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi, serta berpartisipasi intensif dalam monitoring dan mitigasi insiden siber nasional,” kata Kepala BSSN.
Sebagai lembaga yang terus mentransformasikan layanan manajemen ASN, Prof. Zudan menekankan bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan keamanan informasi. BKN mendorong pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) agar layanan kepegawaian menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.
Hingga November 2025, tercatat 642 instansi pemerintah telah menerapkan TTE dalam manajemen ASN, dan lebih dari 1 juta ASN telah membuat Sertifikat Elektronik mandiri melalui aplikasi MyASN.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini penegasan bahwa strategi BKN mengintegrasikan prinsip keamanan siber ke seluruh layanan digital berada di jalur tepat,” kata Prof. Zudan.
Pada kategori yang sama, dua tokoh pemerintahan lainnya turut menerima penghargaan, yaitu Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi.
Forum Digital Trust 360 Summit 2025, yang diikuti lebih dari 750 instansi pengguna layanan BSrE, ini menjadi ruang sinergi keamanan siber nasional.
Acara ini menghadirkan pemimpin sektor publik, swasta, akademisi, dan komunitas digital untuk membahas tata kelola siber, ketahanan digital, dan masa depan kepercayaan digital Indonesia.






































