Oleh Jacob Ereste, Banten

Bila Merah Putih jangan justru bilang Abu – Abu!. Sebab, Konsistensi seseorang menurut para ahli psikologi akan sangat ditentukan oleh beberapa faktor nilai dan prinsip yang kuat dalam perilaku serta menentukan keputusan serta tindakan nyata yang dilakukannya. Karena itu, karakter, kejujuran, integritas serta rada tanggung jawab menjadi benteng kerapuhan atau tidaknya sikap konsistensi dari seseorang.

Kecuali itu, motivasi dan tujuan yang jelas dari apa yang diinginkan oleh yang bersangkutan dapat membantu sikap dan sifat konsistensi seseorang untuk mencapai apa yang diinginkan.

Sikap konsisten pun akan menunjukkan kemampuan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri. Mulai dari kemampuan memanfaatkan waktu yang dia miliki serta bisa mengatur dirinya sendiri dengan baik – utamanya emosi – akan memantapkan sikap konsisten yang kukuh, tak tergoyahkan.

BACA JUGA :  KPK Edukasi Siswa SMPIT Al Mubarak untuk Mencegah Korupsi Sejak Dini

Kendati begitu, pengaruh lingkungan – keluarga, perlawanan, dari tempat kerja hingga relasi dan klien – juga dapat memberi pengaruh negatif maupun positif terhadap sikap konsistensi seseorang. Sikap konsistensi pun bisa ditentukan oleh pengalaman dan pembelajaran dari kesalahan yang pernah dilakukan untuk membuat seseorang akan lebih konsisten dengan sikap dan pilihan serta tindakan yang hendak dilakukannya kemudian.

Inilah kisaran wilayah spiritualitas yang maha luas itu, karena meliputi juga masalah etika – budaya – kejujuran tidak hanya kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri, seperti menunaikan ibadhah bisa menjadi penakar sikap dari kejujuran yang dapat mendukung sikap dan sifat konsisten.

BACA JUGA :  KPK Edukasi Siswa SMPIT Al Mubarak untuk Mencegah Korupsi Sejak Dini

Sikap dan sifatdari konsistensi itu sendiri akan terus menerus teruji. Karenanya dalam kewajiban menunaikan sholat dalam tuntunan dan ajaran keagamaan, bagian dari maknanya yang penting diantaranya adalah untuk menjaga sikap dan sifat konsistensi yang harus senantiasa terjaga agar tidak sedikit pun jadi berkurang atau meredup, sehingga bisa terperosok pada sifat dan sikap munafik, musyrik. Jadi jelas dalam laku spiritual sikap dan sifat konsisten dapat ikut terjaga dengan baik. Sebab perilaku sederhana, ugahari, tidak songong, ikhlas dan jujur akan senantiasa terpelihara dengan baik.

Menjaga sikap dan sifat konsistensi yang tangguh dan kuat dapat dilakukan melalui lalu spiritual yang terpelihara dengan baik. Karena sikap dan sifat konsistensi yang kuatbl dan tangguh tidak datang dengan sendiri tanpa melalui proses pengembangan diri dalam pembentukan karakter yang kuat, tahan uji dan godaan hanya untuk menguntungkan diri secara materi apalagi untuk kedudukan atau kekuasaan yang gandrung menjadi incaran banyak orang. Sebab di dalam laku spiritual, etika, moral dan akhlak mulia manusia bisa terbingkai dengan baik, imun dari keculasan, kerakusan, ambisius serta sikap dan sifat buruk lainnya yang hanya diorientasikan pada hal-hal yang bersifat material – finansial – cuma bernilai duniawi semata.

BACA JUGA :  KPK Edukasi Siswa SMPIT Al Mubarak untuk Mencegah Korupsi Sejak Dini

 

(Editor: Zamroni) Dapatkan berita terbaru Whatspaapt Cenell  InsertRakyat.com 

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214