Gorontalo, InsertRakyat.com Media sosial Gorontalo sempat heboh Sabtu lalu (24 Januari 2026), setelah sebuah video viral menunjukkan adegan nyaris seperti drama sinetron, dimana seorang oknum perwira TNI mendatangi ruang tahanan Polda Gorontalo dan bersikeras meminta keluarganya yang sedang ditahan untuk dibebaskan.

Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro, membenarkan insiden ini. Menurut Desmont, oknum TNI tersebut datang sore hari dengan maksud “membela keluarga” yang berinisial AR, tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Benar, oknum tersebut mengaku keluarga tersangka dan sempat terjadi perdebatan dengan petugas piket. Namun setelah dijelaskan prosedur hukum, yang bersangkutan akhirnya memahami penanganan kasus ini,” jelas Desmont.

Video itu, yang awalnya hanya rekaman CCTV di depan ruang Tahanan dan Barang Bukti (Tahti), dengan cepat menyebar di media sosial. Netizen pun ramai berkomentar: ada yang kasihan, ada yang geli melihat “oknum TNI ngotot tapi akhirnya kena prosedur hukum”.

Menurut Desmont, insiden ini murni kesalahpahaman. Polda Gorontalo telah berkoordinasi dengan Korem 133 Nani Wartabone, menegaskan bahwa masalah sudah selesai secara resmi.

Meskipun demikian, kisah “oknum TNI menagih janji hukum untuk keluarganya” ini tetap menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya. Tidak sedikit warganet yang menyindir, “Ini drama apa, bro? Plot twist-nya malah hukum yang menang.”

Polda Gorontalo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.

S-1Tulisan Indonesia Timur