LAMPUNG TENGAH, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI di Gedung Sesat Nuwo Balak, Gunung Sugih, yang dimulai pada Sabtu (7/2) hingga selesai.

Musda ini Idealnya dibaca sebagai penghubung karya dan gagasan berlian Golkar. Sebab, jajaran pengurus Golkar Provinsi Lampung bersama pengurus Golkar Lampung Tengah juga melaksanakan Gerakan Lampung Menanam (GELAM) di sekitar lokasi acara.

Di sanalah sejumlah pohon produktif ditanam, antara lain alpukat, durian, jambu, kelengkeng, belimbing, dan mangga, sebagai bagian dari agenda politik lingkungan yang terhubung dengan pembangunan daerah.

Setelah itu, rombongan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A Rozak, memasuki arena Musda melalui prosesi adat Lampung. Arak-arakan budaya tersebut mengiringi kehadiran pengurus inti partai menuju aula Gedung Sesat Nuwo Balak, lokasi utama pelaksanaan Musda XI.

BACA JUGA :  Surya Paloh Tegaskan Kesetiaan NasDem pada Pemerintahan Prabowo

Gaung sinergitas tetap terkondisikan, acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Ketua DPRD Lampung Tengah Febriyantoni, pimpinan partai politik, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam laporan pembukaan, Ketua Panitia Musda, Febriyantoni, menyampaikan bahwa Musda XI diikuti sekitar 1.600 peserta, peninjau, dan undangan. Ia menyebut forum ini menjadi ruang konsolidasi besar Partai Golkar di Lampung Tengah. “Musda ini menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi politik,” ujarnya singkat.

Berikutnya, Plt Ketua DPD Partai Golkar Lampung Tengah, Tony Eka Candra, menyampaikan bahwa Musda XI merupakan mandat organisasi yang dijalankan dalam waktu singkat namun terstruktur. Ia menyebut roda organisasi partai tetap berjalan stabil, baik secara kelembagaan maupun administrasi. Ia juga menyampaikan target politik ke depan melalui penguatan posisi Golkar di DPRD. “Target kursi harus naik,” tegasnya.

BACA JUGA :  Golkar Mantap Melaju: Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah Jadi Fondasi Kekuatan Nasional

Pada bagian lain, Tony menyampaikan bahwa Musda harus menjadi ruang musyawarah dan persatuan internal. Ia mengajak seluruh kader untuk kembali dalam satu barisan politik. Ia menegaskan bahwa konsolidasi partai menjadi modal utama menghadapi agenda politik ke depan.

Dari unsur pemerintah daerah, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menyampaikan sikap terbuka pemerintah terhadap semua partai politik. Ia melihat Golkar sebagai mitra strategis pembangunan daerah. “Pemda siap bersinergi,” ucapnya.

Memasuki agenda utama, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A Rozak, menyampaikan bahwa Musda merupakan forum strategis partai. Ia menyebut Musda sebagai ruang evaluasi kinerja, penetapan program, dan pembentukan struktur kepemimpinan.

BACA JUGA :  HUT Partai Golkar ke-61, Ketua DPD II Golkar Sinjai Pimpinan Kegiatan Ziarah di TMP Mangottong

Hanan mengemukakan bahwa Partai Golkar Lampung Tengah harus tampil sebagai kekuatan politik yang dekat dengan masyarakat. Dia bahkan mengarahkan kader dan pengurus untuk aktif turun ke lapangan, membangun basis sosial, serta memperkuat kerja pelayanan publik. “Golkar harus hadir di tengah rakyat,” ujarnya.

Pada puncak orasi politiknya (Hanan,-red) menyampaikan pesan utama Musda XI. Ia menyebut bahwa Golkar Lampung Tengah harus tampil dengan karya dan gagasan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Golkar harus tampil dengan karya dan gagasan berlian” tegasnya.

Musda XI itu dibuka secara resmi melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya agenda strategis partai.

Laporan: Seno Adji
Editor : Zamroni

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214