SURABAYA,  INSERTRAKYAT.COMLomba Desain Batik di MTs Safinda Surabaya, idealnya mengangkat kreativitas siswa, ungkap Kepala sekolah Ustadzah Farida Aisyah Hanief, S.Sos kepada awak media ini. 

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Hari Kartini yang digelar di MTs. Safianda Surabaya pada Selasa, 21 April 2026 di mulai pada pagi hingga sore.

Para siswa diberikan ruang untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka dalam bentuk motif batik yang menggambarkan nilai budaya Indonesia.

Setiap karya ditampilkan dengan pendekatan visual yang unik, mencerminkan pemahaman siswa terhadap warisan budaya nusantara.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan dimulai. Siswa-siswi tampak serius mengerjakan desain masing-masing dengan didampingi guru pembimbing. Suasana ruang kegiatan dipenuhi dengan konsentrasi tinggi, namun tetap dalam nuansa edukatif yang menyenangkan. Kreativitas menjadi kunci utama dalam penilaian lomba ini.

BACA JUGA :  Budaya Indonesia : Batik Tidak Ketahuan TSK, Tiba-tiba Ketahuilah SP3

Selain aspek estetika, lomba desain batik juga menekankan nilai filosofis di balik setiap motif yang dibuat. Pihak sekolah memberikan arahan agar setiap karya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna yang mencerminkan identitas budaya Indonesia. Hal ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter di MTs. Safianda Surabaya.

Kepala sekolah Ustadzah Farida Aisyah Hanief, S.Sos., dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya besar untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa. Ia menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan simbol identitas dan kebanggaan nasional yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.

BACA JUGA :  Menkomdigi: Lindungi Anak di Ruang Digital Dimulai dari Rumah

“Batik adalah bahasa budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui lomba ini, kami ingin siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu menciptakan dan mengembangkan nilai-nilai budaya tersebut,” imbuh Kepala Sekolah MTs

Dari sisi pendidikan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan keterampilan siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang seni rupa, tetapi juga tentang makna kerja keras, ketelitian, serta kolaborasi dalam proses kreatif. Lingkungan sekolah pun menjadi ruang yang mendorong lahirnya inovasi baru.

BACA JUGA :  Menkomdigi: Lindungi Anak di Ruang Digital Dimulai dari Rumah

Perayaan ini juga memperkuat semangat Hari Kartini sebagai simbol emansipasi dan kreativitas perempuan Indonesia yang relevan dengan konteks pendidikan saat ini. Nilai perjuangan Kartini diadaptasi dalam bentuk pengembangan potensi siswa tanpa membedakan latar belakang.

Hasil dari lomba desain Batik MTs Safinda Surabaya Angkat Kreativitas Siswa direncanakan untuk dipamerkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta didik lainnya di masa mendatang.

(Refit) Follow Berita InsertRakyat di facebook