SINJAI, INSERTRAKYAT.com  –Melihat jajaran Pengadilan Negeri Sinjai turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas saat Ramadan. Kegiatan ini dipimpin Ketua PN Sinjai, Anthonie Spilkam Mona, S.H., M.H, pada Jum’at (6/3/2026) sore.

Sebanyak 70 paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, roda empat, serta warga yang tengah berjalan kaki dan menjalankan ibadah puasa. Kehadiran pimpinan dan jajaran pengadilan disambut antusias. Para penerima manfaat tampak gembira saat menerima paket takjil.

Aksi sosial ini digaungkan dengan esensi interaksi formal. Dalam kesempatan tersebut, Pengadilan Negeri Sinjai juga mengampanyekan gerakan anti gratifikasi melalui pesan langsung kepada masyarakat dan pembagian stiker edukasi.

Metode yang diterapkan ini merupakan bagian dari komitmen membangun wilayah bebas korupsi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia, khususnya pada tingkat Pengadilan Negeri Sinjai.

Di sela kegiatan, para pegawai pengadilan menyampaikan imbauan agar masyarakat ikut menjaga integritas serta menolak praktik gratifikasi demi terciptanya sistem peradilan yang bersih dan transparan.

Hakim PN Sinjai, Amar Abdillah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus edukasi publik yang dilakukan dengan cara sederhana dan terpusat pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai integritas, baik di lingkungan lembaga peradilan maupun di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kendati demikian, sejumlah warga berharap kegiatan berbagi takjil ke depan tidak hanya berlangsung di pusat kota. Masyarakat menginginkan aksi sosial juga menjangkau wilayah pelosok desa, sehingga manfaatnya lebih merata.

Harapan itu menjadi tantangan bagi Pengadilan Negeri Sinjai dan berbagai institusi lain yang rutin menggelar kegiatan serupa selama Ramadan 1447 Hijriah.

Warga juga menyoroti kelompok kecil. Menurut mereka, bagian ini yang sering luput dari perhatian. Misalnya terdapat di depan sebuah apotek di samping Toko Ternate, [misalnya pun] beberapa pengayuh becak terlihat setiap hari menunggu penumpang.

“Kalau bisa juga dikasi kasian bapak-bapak pengayuh becak di situ. Mereka juga butuh uluran tangan, meski hanya sebatas takjil,” tulis seorang warga yang juga aktif bersosial media dan dikutip harapannya oleh Insertrakyat.com pada Jum’at malam.

Lengkapnya, aspirasi tersebut menjadi penanda bahwa semangat berbagi di bulan Ramadan kian diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk mereka yang bekerja di sudut-sudut kota dan pelosok.

Lantas terdapat satu pertanyaan publik yang cukup mantap. “Gimana pak Ketua PN Sinjai kedepannya hal ihwal warga untuk menjangkau daerah pelosok desa, digaskan?.

Ditempat terpisah, Ketua PN Sinjai yang dikonfirmasi melalui sambungan daring terkait dengan pertanyaan publik dan masyarakat tersebut, tepat pukul 21.12 WITA. Ketua PN Sinjai menyambut baik aspirasi masyarakat. Ia pun segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, agar kegiatan yang terencana sesuai dengan subtansi dapat berjalan dengan baik. “Gassskan, (dan segera kami kordinasi dengan pemdes, dan terima kasih atas saran dari masyarakat, semoga kegiatan – kegiatan kedepannya tetap berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Pada prinsipnya, masukkan masyarakat terhadap institusi birokrasi maupun vertikal idealnya dapat dijadikan sebagai cambuk untuk mendorong kepekan terhadap kondisi publik di era modern saat ini. Masukkan dan kritis pun merupakan bentuk kedekatan dan kecintaan terhadap institusi, sebab Masyarakat adalah mitra strategis.

Diketahui pula bahwa kegiatan yang digelar pada Jum’at Sore tadi berjalan dengan lancar dan menuai apresiasi dari masyarakat dan Mahkamah Agung RI.

Kegiatan tersebut juga berhasil menjangkau daeng becak. Penting pula diketahui bahwa kata “gasskan” dalam bahasa sehari-hari Masyarakat yang berarti suatu giat segera ditindaklanjuti dan terealisasi.

(Supriadi Buraerah, Anggota Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung RI/ FORSIMEMA RI).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com