Photo : Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah di pos Darurat Bencana
Pidie, Insertrakyst.com — Pemerintah Kabupaten Pidie resmi memperpanjang Status Darurat Bencana selama 14 hari ke depan, terhitung sejak Rabu, 10 Desember 2025. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi banjir dan longsor yang masih dirasakan di sejumlah Kecamatan.
Perpanjangan status darurat tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah Nomor 360/1033/KEP.40/2025, setelah dilakukan evaluasi menyeluruh bersama Forkopimda, BPBD, TNI–Polri, serta dinas terkait dalam rapat koordinasi di Ruang Kerja Bupati pada Rabu malam.
Keputusan ini mempertimbangkan Surat BPBD Pidie Nomor 362/453/2025 bertanggal 10 Oktober 2025 serta rekomendasi Forkopimda dalam rapat tersebut.
Juru Bicara Bupati, Andi Firdhaus, SH, CPM, mengatakan bahwa perpanjangan hingga 24 Desember 2025 diperlukan agar seluruh upaya penanganan bencana dapat berjalan optimal. Menurut dia, kondisi di lapangan belum pulih sepenuhnya, termasuk aktivitas ekonomi masyarakat yang masih terganggu.
“Beberapa akses jalan masih memerlukan pembersihan sisa banjir, dan sejumlah fasilitas publik mengalami kerusakan yang harus segera diperbaiki,” ujar Andi.
Dalam pertemuan itu, kata Andi, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memprioritaskan penanganan bencana. Perpanjangan status darurat memungkinkan perangkat daerah tetap mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan status darurat yang diperpanjang, pemerintah masih memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan cepat, seperti penyaluran bantuan logistik, normalisasi sungai, dan perbaikan infrastruktur. “Penguatan layanan kesehatan juga menjadi fokus, termasuk pemetaan kebutuhan lanjutan menuju masa transisi pemulihan,” ujarnya.
Bupati Sarjani juga meminta BPBD melalui Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) serta dinas terkait mempercepat pendataan kerusakan secara detail. “Penanganan bencana jangan sampai terkendala administrasi. Semua harus dipercepat,” tegasnya melalui juru bicara.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Pemerintah Kabupaten Pidie, katanya, akan terus bekerja secara cepat, terukur, dan tanggap dalam menghadapi situasi bencana.
Reporter : Rifqi Maulana
Editor : Mhd’Iqbal






















