TAPAKTUAN, INSERTRAKYAT.com Waktu satu tahun dalam pemerintahan sering kali menjadi penanda awal untuk membaca arah kebijakan dan kualitas kepemimpinan, serta harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati, dan khususnya Aceh Selatan, akur. Sabtu, (10/1/2025).

Menjelang satu tahun masa jabatan pasangan H. Mirwan MS, SE, M.Sos dan H. Baital Mukadis, SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, berbagai catatan dan harapan mulai disampaikan terhadap jalannya pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan.

Di tengah dinamika tersebut, tokoh masyarakat Aceh Selatan H. Bachtiar AR, yang akrab disapa Abu Saka, menyampaikan pandangannya. Ia menilai tahun pertama kepemimpinan pasangan dengan tagline MANIS merupakan fase penting yang menentukan fondasi pemerintahan sekaligus arah pembangunan daerah pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Abu Saka, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan secara sadar memanfaatkan tahun awal kepemimpinan untuk melakukan penyamaan persepsi setiap organisasi Perangkat Daerah (OPD) demi menata tata kelola birokrasi.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan langkah yang wajar dan terukur dalam sebuah pemerintahan baru. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan seluruh perangkat bekerja secara efektif sebelum memasuki tahap percepatan program pembangunan.

“Tahun pertama kepemimpinan merupakan masa penyesuaian dan peletakan dasar kebijakan. Pemerintah daerah perlu memastikan sistem kerja berjalan efektif sebelum melakukan percepatan pembangunan,” ujar Abu Saka, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, Abu Saka menjelaskan bahwa visi Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani mulai diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program kerja. Pemerintah daerah menguatkan tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan perhatian pada sektor sosial dan keagamaan.

Seiring dengan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga mulai mengarahkan perhatian pada penguatan ekonomi rakyat. Abu Saka menyebut sektor UMKM, petani, dan nelayan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berbasis pada potensi lokal.

Meski demikian, Abu Saka tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang masih dihadapi. Beliau mengakui sejumlah program strategis belum berjalan optimal, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta pengembangan ekonomi daerah secara menyeluruh.

Abu Saka menilai kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan fiskal daerah, masa transisi pemerintahan, serta persoalan lama yang membutuhkan waktu dan ketegasan untuk diselesaikan secara bertahap.

Abu Saka mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk memperkuat perencanaan pembangunan berbasis prioritas. Ia juga meminta setiap organisasi perangkat daerah meningkatkan inovasi serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Selain aspek perencanaan, Abu Saka menerapkan komunikasi publik yang terbuka. Menurutnya, penyampaian informasi yang jelas dan evaluasi kinerja secara berkala akan membantu masyarakat memahami arah dan tantangan pembangunan daerah.

Abu Saka menegaskan bahwa kesolidan dan kekompakan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menjadi faktor penentu keberhasilan kepemimpinan pasangan MANIS. Ia meyakini kerja bersama dalam satu visi akan mempercepat pencapaian target pembangunan.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, Abu Saka berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mampu melakukan akselerasi pembangunan secara terukur. “Aceh konsisten, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, dengan tetap menjunjung prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” kuncinya.