SINJAI — Suasana Alun-Alun Kota Sinjai sore tadi terasa lebih semarak. Anak-anak tampak bermain riang. Di area tribun seblah timur ada suasana khas ruang terbuka yang menghadirkan hal tak biasa: keberadaan ternak kambing, termasuk jenis Etawa yang dikenal langka.
Pantauan Insertrakyat.com, Sabtu sore (5/4/2025), sedikitnya ada 15 ekor kambing yang terlihat merumput di kawasan tersebut. Keunikan semakin terasa dengan hadirnya kambing Etawa ialah ras unggul berpostur besar yang biasa dibudidayakan oleh peternak profesional.
Tidak sedikit pengunjung yang berhenti sejenak untuk melihat dari dekat. Anak-anak pun terlihat antusias, bahkan berani mendekat dan memberi makan. Alun-alun bukan lagi sekadar tempat bermain, namun juga ruang interaksi antara manusia dan hewan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran alami bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Sinjai, Muh. Saleh, saat dikonfirmasi belum lama ini menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh untuk melarang keberadaan ternak di lokasi tersebut.
“Kami hanya bisa memberikan teguran. Itu pun secara berkala,” ungkapnya.
Isu ini sebelumnya juga menjadi perhatian di lingkungan Humas Polres Sinjai. Plt Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Sahabuddin, mengaku cukup memahami asal-usul ternak tersebut.
“Itu milik teman, saya rasa tidak ada masalah selama tidak mengganggu,” ujarnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Polres Sinjai, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Sinjai Utara.
Hingga kini, kehadiran kambing, terutama jenis Etawa, di kawasan Alun-Alun masih menuai beragam respons. Meski belum ada regulasi tegas, ruang publik ini terus dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bersantai, bermain, sekaligus mengenalkan anak-anak pada sisi lain dari kehidupan, tentang hewan, tentang lingkungan, dan tentang interaksi sosial yang lebih luas. (*/Red).