SIDRAP, INSERTRAKYAT.COM Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69, Dwi Maha Rani, menggelar program edukasi bahaya asap rokok di Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (22/7) kemarin.

Program kerja individu bertajuk “RUMAH BEBAS ASAP: Gerakan Kurangi Merokok di Dalam Rumah” ini menjawab tingginya kasus tuberkulosis (TB) di wilayah kerja Puskesmas Lawawoi. Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih sering merokok di dalam ruangan. Kebiasaan tersebut memicu peningkatan risiko paparan asap rokok bagi perokok pasif, terutama anak-anak, ibu hamil, serta lansia.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan penyuluhan kesehatan mengenai dampak buruk paparan asap rokok kepada 54 warga setempat yang mencakup kalangan remaja, dewasa, hingga lansia. Materi penyuluhan mengupas tuntas ancaman kesehatan bagi perokok pasif, korelasi antara asap rokok dan gangguan pernapasan, serta urgensi mewujudkan lingkungan hunian yang sehat.

Sebagai langkah nyata pencegahan, mahasiswa FKM Unhas ini menginisiasi pembuatan Zona Khusus Merokok di sebuah pos tidak terpakai. Fasilitas tersebut menyediakan media edukasi kesehatan beserta tempat pembuangan puntung rokok agar warga tidak lagi merokok di dalam rumah.

Lurah Batulappa, Kasmaedi, S.Sos., M.AP., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif mahasiswa KKN-PK tersebut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat membantu mengurangi angka perokok pasif. Kami berharap masyarakat dapat menerapkan materi yang telah diberikan dan memanfaatkan zona khusus merokok yang telah disediakan,” ungkap Kasmaedi.

Melalui program ini, masyarakat Kelurahan Batulappa diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif untuk melindungi keluarga dari bahaya asap rokok, sekaligus mendukung langkah preventif peningkatan derajat kesehatan di Kabupaten Sidenreng Rappang. (Ctz Report)

Terkait

Populer

Lintas Informasi