JAKARTA, INSERTRAKYAT.com Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jend. Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A, Ph.D mengulas sejarah lahirnya Kemendagri. Menurut mantan Kapolri itu, Kemendagri berdiri dua hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada 19 Agustus 1945.

Awal mulanya, [masa itu;] para founding fathers merumuskan sejumlah kementerian pada sistem pemerintahan Indonesia.

Tiga di antaranya diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Masing-masing itu, ialah Kemendagri, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Sebab itu, posisi Kemendagri sangat erat kaitannya dengan integritas dan pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat.

“Nah, ini (Closely related,-red). Sehingga merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Juga amanat yang harus kita jalankan bersama,” kata Tito Karnavian saat memberikan sambutan dalam acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke -80 Kemendagri, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (24/8/2025).

BACA JUGA :  Inilah Terobosan Terbaru Pengadilan Agama Selatpanjang

Tito bersama dengan jajaran Kemendagri merayakan hari lahirnya lembaga ini dengan sejumlah rangkaian kegiatan yang melibatkan Masyarakat Nasional.

Berdasarkan data yang diterima Insertrakyat.com dari Puspen Kemendagri, kegiatan itu turut dimeriahkan dengan jalan sehat.

Tak tanggung-tanggung (bukan ecek – ecek), jumlah peserta yang mengikuti mencapai 12.700 jiwa.

Peserta ini terdiri dari keluarga besar Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Masyarakat.

Selain membuka acara jalan sehat, Kemendagri juga melezatkkan kegiatan Bazar dan Pameran. Demikian pula para peserta sangat terlihat gembira dan antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan.

Peserta jalan sehat diajak menyusuri kawasan TMII. Sepanjang perjalanan, mereka disambut tari-tarian dan pertunjukan budaya daerah di anjungan-anjungan provinsi yang dilintasi.

BACA JUGA :  Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir: Data Inspektorat Baru 44 Pemda Sidak Inflasi, Ada Juga Temuan BPK RI terkait PU Sinjai, Ini Gimana Pak Tomsi?

Perayaan HUT ke-80 ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim.

Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Mendagri yang kemudian diserahkan kepada pegawai Kemendagri tertua dan termuda.

Prosesi dilanjutkan dengan pemberian tumpeng oleh Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada Wamendagri Ribka Haluk.

Secara khusus, Mendagri meminta para pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemendagri menanamkan nilai-nilai integritas kepada jajarannya.

“Karena (Integritas) itu bisa berdampak langsung untuk mengangkat nama institusi Kementerian Dalam Negeri,” tegas Tito Karnavian

Ketua Panitia HUT ke-80 Kemendagri yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Teguh Setyabudi menjelaskan, rangkaian perayaan telah berlangsung sejak awal Agustus.

BACA JUGA :  Indonesia–Peru Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik, Prabowo Sambut Dina Boluarte di Istana Merdeka

Menurut dia, Kegiatan tersebut diisi dengan perlombaan, pertandingan, seminar nasional, donor darah, bazar pangan murah, hingga layanan Dukcapil.

“Seluruh rangkaian merupakan realisasi dari tema utama HUT ke-80, yaitu Kemendagri Berbakti untuk Negeri,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ini juga menumbuhkan cinta tanah air dan meningkatkan kinerja Kemendagri,” kunci Teguh.

Keterangan foto: Kemendagri (depan), Wamendagri (tegah biru kiri, Sekjen Tomsi Tohir (tegah) bersama sejumlah unsur terkait.

Tak kalah penting diketahui adalah kegiatan ini juga hadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir.

Hadir pula Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya, serta pejabat terkait lainnya di lingkungan Kemendagri.


Penulis: Supriadi Buraerah |Editor : Zamroni |Sumber/Dokumentasi foto: Puspen Kemendagri.

Terbaru

Berita Pilihan