JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM– Pemerintah Indonesia menegaskan pendapatan negara ditargetkan Rp3.147,7 triliun, naik 9,8 persen dari 2025. Peningkatan didorong pertumbuhan pajak 13,5 persen menjadi Rp2.357,7 triliun, serta kenaikan kepabeanan dan cukai 7,7 persen menjadi Rp334,3 triliun. PNBP turun 4,7 persen menjadi Rp455 triliun, terutama akibat tidak adanya dividen BUMN.
Belanja negara diproyeksikan Rp3.786,5 triliun, naik 7,3 persen. Belanja kementerian/lembaga naik 17,5 persen menjadi Rp1.498,3 triliun, sementara belanja non-KL mencapai Rp1.638,2 triliun, naik 18 persen.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan Rancangan APBN 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/08). “Kita akan terus menjaga agar APBN tetap sehat,” tegas Menkeu Sri Mulyani.
Alokasi anggaran, kata Sri Mulyani, fokus mendukung prioritas presiden, ketahanan pangan, energi, pendidikan, kesehatan, pembangunan desa dan koperasi, pertahanan, serta percepatan investasi dan perdagangan global.
Sementara Defisit APBN diproyeksi, Rp638,8 triliun atau 3,5 persen dari PDB, lebih rendah dibanding tahun 2025. Defisit primer ditargetkan Rp39,4 triliun, mendekati keseimbangan. (Sym).