MALILI, INSERTRAKYAT.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya mewujudkan program prioritas Sulsel Terkoneksi. Melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, perhatian ditunjukkan dengan kunjungan kerja langsung ke ruas strategis Ussu–Nuha–Batas Sulawesi Tengah di Kabupaten Luwu Timur.
Kunjungan kerja yang dipimpin Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M, dipusatkan di Desa Kawata dan Parumpanai, Kecamatan Wasuponda. Ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menjadi satu-satunya jalur darat penghubung menuju Ibu Kota Kabupaten Luwu Timur.
Didampingi jajaran pejabat struktural, Andi Ihsan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi faktual ruas jalan provinsi yang selama ini sangat diandalkan masyarakat setempat. Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah perencanaan pembangunan infrastruktur jangka menengah yang berorientasi pada pemerataan akses dan keadilan wilayah.
Menurut Andi Ihsan, program Sulsel Terkoneksi yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel merupakan implementasi nyata dari nilai Sila Kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh wilayah Sulawesi Selatan terhubung secara optimal, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
“Program ini hadir agar seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dapat merasakan manfaat konektivitas secara adil dan merata. Infrastruktur jalan menjadi kunci penting penggerak ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andi Ihsan yang juga putra daerah Luwu Raya.
Lebih lanjut dijelaskan, penanganan ruas Ussu–Nuha–Batas Sulteng juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Sulsel memperkuat konektivitas antarprovinsi, khususnya dengan Sulawesi Tengah. Keberadaan jalan ini nantinya akan mempermudah mobilisasi masyarakat tanpa harus bergantung pada transportasi penyeberangan feri.
Selain mendukung aktivitas ekonomi dan sosial, ruas jalan tersebut juga memiliki potensi besar sebagai jalur wisata karena membentang di kawasan pesisir Danau Towuti yang eksotis. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Kami melihat ruas ini sangat strategis untuk lima tahun ke depan. Selain mempermudah akses darat dari Ussu ke Nuha, jalur ini juga berpotensi besar menjadi akses wisata unggulan Sulsel,” tutup Andi Ihsan, Sabtu (6/12/2025).
Terpisah, seorang Warga kelahiran Kabupaten Sinjai, Sumarni yang saat ini berdomisili Kecamatan Wasuponda menyebut perhatian pemerintah terhadap masyarakat sudah lama dinantikan. “Memang masyarakat telah lama menantikan perhatian pemerintah, Alhamdulillah tadi ada kunjungan pemerintah (Rombongan Dinas), jalanan di sini akan dikerjakan,” ucapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu. (Syamsuddin).






















