Sinjai, InsertRakyat.com – Jumahar meminta kejelasan terkait dengan pemotongan gaji pensiun orang tuanya (Ibu), di Kantor Pos Sinjai Selatan oleh sistem Koperasi Berkat Sinjai.
Jumahar mengatakan, ibunya menerima gaji pensiun Rp1.357.000 setiap bulan.
Adapun kewajiban cicilan kredit Koperasi, Rp883.000-. Inilah yang seharusnya dipotong setiap bulan.
Normalnya tersisa sebesar Rp474.000,-
Namun jumlah sisa yang diterima Rp325.000,-.Terdapat selisih Rp166.000,- yang belum jelas peruntukannya.
Mengenai kredit di Kantor Koperasi, Jumahar bilang totalnya, Rp15.000.000,-
Kredit tersebut berjalan sejak Januari 2023 dan berakhir pada Desember 2024, sesuai dengan perjanjian pinjaman.
Sedangkan pemotongan diduga terjadi hingga April 2025 atau melebihi empat bulan.
Pegawai Kantor Pos berinisial AM menjelaskan bahwa pemotongan kredit pensiun dilakukan melalui sistem milik pihak pemberi kredit.
“Pemotongan otomatis diproses oleh sistem. Silahkan dikonfirmasi langsung kepada pihak Koperasi Berkat Sinjai,” kata AM saat dikonfirmasi.
Teman kerja berinisial WW, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Keduanya, baik AM maupun WW saat ini bertugas di Kantor Pos Kota Sinjai, setelah pindah dari Pos Sinjai Selatan.
Jumahar tetap menuntut penjelasan terbuka mengenai mekanisme dan alur pemotongan.
Adapun diketahui, Jumahar merupakan warga Desa Samaturue, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Mulanya dia curiga atas masalah ini.
“Kredit koperasi ibu saya sudah selesai akhir 2024. Tapi pemotongan gaji terus terjadi hingga April 2025. Dan ada selisih Rp 166.000,- Ini janggal,” Imbuhnya.
Pada Senin (1/12/2025), Koperasi Berkat Sinjai melalui pegawainya, SR, menyatakan bahwa pembayaran kredit telah dilakukan sesuai kwitansi selama 24 bulan.
“Nilai pembayaran sesuai dengan bukti kwitansi yang kami berikan kepada Ibu Nabe (pensiunan). Terkait selisih pembayaran, saya tidak tahu,” ujar SR.
Pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya baru karena selisih potongan yang dikeluhkan Masyarakat belum terjawab secara komprehensif.
Padahal, Masyarakat berharap pihak terkait dapat membantu meluruhkan informasi yang kian rancu.
Berikut ini foto terlampir;

(M.S.M/S).






















