MAKASSAR, INSERTRAKYAT.com – Ketua Umum Persatuan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia (PMPI SULSELBAR), Arun Capung, menegaskan dukungannya agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden.
Lebih jelasnya, dukungannya disampaikan kepada media ini, setelah PMPI menyerahkan surat resmi kepada institusi kepolisian pada Jumat 27 Februari pekan lalu.
“Dukungan agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden guna menghindari tumpang tindih kewenangan dan potensi konflik kepentingan,” ujar Capung dalam keterangan tertulis yang diterima Insertrakyat.com, Jum’at, 6 Maret 2026.
PMPI SULSELBAR mengapresiasi sikap tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Selain itu, organisasi ini mendorong penguatan peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk memastikan pengawasan kebijakan dan arah strategis Polri lebih efektif dan objektif.
Capung menyebutkan posisi Polri di bawah Presiden bukan sekadar “simbolik”. Menurut dia, Polri, sebagai lembaga penegak hukum sentral, telah menunjukkan komitmen kuat untuk berada di bawah pimpinan Presiden. “Posisi ini memperkuat sinergi eksekutif dan lembaga penegak hukum, sekaligus meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kerja Polri dalam melayani bangsa dan negara,” jelasnya.
Tiga poin utama dukungan PMPI SULSELBAR dalam surat resminya:
1. Mendukung penuh Presiden Prabowo Subianto memposisikan Polri langsung di bawah Presiden.
2. Menegaskan Polri tidak bernaung melalui kementerian manapun.
3. Menjamin proses pemilihan Kapolri tetap melalui fit and proper test DPR RI.
Lengkapnya, Capung juga menegaskan bahwa penetapan Kapolri tetap harus melalui mekanisme fit and proper test di DPR RI. “Ini bertujuan untuk menjaga prinsip keterbukaan dan kontrol parlementer,” kuncinya. (Red).





















