“Polres Parepare kerahkan 50 personel untuk pengamanan Jumat Agung, pastikan ibadah aman, tertib, dan jaga kerukunan umat beragama.”


PAREPARE, INSERTRAKYAT.COM —Pengamanan ibadah Jumat Agung oleh sekitar 50 personel Polres Parepare menjadi langkah strategis untuk meningkatkan rasa aman bagi umat Kristiani di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (3/04/2026). Langkah ini menunjukkan implementasi aktif dari prinsip public safety assurance yang menempatkan keamanan sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan keagamaan. Momentum Jumat Agung sebagai bagian penting dari rangkaian Paskah mendorong aparat agar seluruh proses berlangsung tanpa gangguan.

Pengamanan tersebut dilakukan di sejumlah gereja yang tersebar di wilayah kota dengan pendekatan preventive policing yang bertujuan mencegah potensi gangguan sejak dini. Personel telah disiagakan sejak pagi hari untuk menjamin stabilitas keamanan, mengingat peningkatan aktivitas masyarakat pada hari besar keagamaan sering kali berpotensi menimbulkan kerawanan. Hal ini menjadi alasan mengapa pengamanan perlu dilakukan secara sistematis dan terukur.

Pengamanan Jumat Agung, 50 Personel Polres Parepare Tingkatkan Rasa Aman
Sejumlah personel Polres Parepare mengatur arus lalu lintas dan melakukan patroli dialogis di sekitar gereja saat perayaan Jumat Agung 2026.

Kegiatan pengamanan mencakup penjagaan ketat di lokasi ibadah, pengaturan arus lalu lintas, serta sterilisasi area gereja menggunakan metode security screening. Langkah ini penting dilakukan karena mobilitas jemaat yang tinggi dapat memicu potensi risiko jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, pengamanan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga berbasis analisis risiko (risk assessment).

BACA JUGA :  Polres Sinjai Pengamanan Ibadah Jumat Agung, Pastikan Jemaat Beribadah Khusyuk dan Damai

Kasi Humas Polres Parepare, AKP Suhendarwadi, menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk pelayanan negara dalam menjamin kebebasan beribadah. “Pengamanan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah Jumat Agung. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang menegaskan prinsip law enforcement responsibility.

Petugas kepolisian melakukan sterilisasi dan pengamanan gereja untuk memastikan ibadah Jumat Agung berlangsung aman dan tertib di Kota Parepare.
Petugas kepolisian melakukan sterilisasi dan pengamanan gereja untuk memastikan ibadah Jumat Agung berlangsung aman dan tertib di Kota Parepare.

Selain pengamanan statis, personel juga melakukan patroli dialogis di sekitar gereja dan area publik. Pendekatan ini menggunakan konsep community policing yang mengedepankan interaksi langsung antara aparat dan masyarakat guna membangun kepercayaan. Patroli ini penting karena mampu mendeteksi potensi gangguan secara lebih cepat melalui komunikasi langsung di lapangan.

Pengamanan ini menjadi krusial karena kegiatan keagamaan berskala besar sering kali menjadi titik keramaian (crowd concentration point) yang membutuhkan pengawasan ekstra. Tanpa pengamanan yang memadai, potensi gangguan seperti kemacetan, tindak kriminal, atau bahkan konflik sosial dapat terjadi. Inilah mengapa kehadiran aparat menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas.

BACA JUGA :  51 Jukir Liar Ditangkap! Operasi Premanisme Polres Parepare Didukung Brimob Polda Sulsel

Dari sisi regulasi, pengamanan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mengamanatkan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga menegaskan bahwa setiap warga negara berhak menjalankan ibadah sesuai keyakinannya tanpa gangguan.

Polres Parepare menempatkan personel di titik strategis gereja, memberikan rasa aman bagi umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Jumat Agung
Polres Parepare menempatkan personel di titik strategis gereja, memberikan rasa aman bagi umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Jumat Agung. Arus kendaraan diurai sehingga tidak terjadi kemacetan.

Situasi selama pelaksanaan ibadah Jumat Agung terpantau aman, tertib, dan kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengamanan berbasis situational awareness berjalan efektif. Kondisi ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang dan koordinasi antarunit yang dilakukan sebelumnya.

Keberhasilan pengamanan juga mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat. Kolaborasi ini merupakan bagian dari konsep social cohesion yang memperkuat hubungan antarwarga dalam menjaga ketertiban bersama. Tanpa dukungan masyarakat, pengamanan tidak akan berjalan optimal.

Mengapa pengamanan ini penting? Karena keamanan merupakan fondasi utama dalam menjalankan ibadah secara khidmat. Tanpa rasa aman, konsentrasi spiritual umat dapat terganggu. Oleh sebab itu, pengamanan bukan hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut aspek psikologis (psychological security) yang mendukung kekhusyukan ibadah.

BACA JUGA :  Release Humas : Patroli Dialogis Samapta, Jaga Kamtibmas Satu Kota Parepare
Personel Polres Parepare berfoto bersama pihak gereja dan tokoh masyarakat di lokasi pengamanan Jumat Agung 2026, menegaskan sinergi keamanan dan toleransi.
Personel Polres Parepare berfoto bersama di lokasi pengamanan Jumat Agung 2026, menegaskan sinergi keamanan dan toleransi.

Lebih lanjut, pengamanan ini juga menjadi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat. Kehadiran aparat menunjukkan bahwa negara menjalankan fungsi perlindungan (state protection function) secara aktif. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi keamanan.

Dalam konteks keberagaman dan tanggung jawab Polri, pengamanan Jumat Agung juga menjadi wujud aktif toleransi antarumat beragama. Prinsip pluralism yang dijunjung tinggi di Indonesia menuntut setiap elemen masyarakat untuk saling menghormati. Oleh sebab itu, pengamanan ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga memperkuat nilai kebangsaan.

Optimalnya pengamanan diharapkan menjaga semangat toleransi dan kerukunan di Kota Parepare terus terjaga. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana sinergi antara aparat dan masyarakat menciptakan kondisi aman dan damai, sehingga seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. (ewin/zam)

Laporkan peristiwa, ketimpangan sosial, karya literasi, dan opini melalui tombol WhatsApp insertRakyat.com. Suara Anda penting, kirim sekarang sebagai kontribusi publik.

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214