PROSESI adat Manre Ade kembali digelar di Dusun Jatie, Rabu malam, 19 November 2025. Tradisi yang melekat dalam adat pernikahan Bugis itu menjadi ruang pertemuan antara keluarga mempelai, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai “Leluhur” tinggi yang terus dijaga turun-temurun.
Pj Kdes Samaturue, Alimuddin S.Ag, hadir memenuhi undangan resmi tuan rumah. Ia datang bersama Ketua BPD Sainal Alam serta Imam Desa Rahimullah, mengikuti rangkaian acara yang digelar keluarga pasangan Puang Anto dan Nuraeni, yang menikahkan putrinya dengan seorang pria.
Acara berlangsung sederhana namun hangat. Masyarakat setempat berdatangan memberikan doa restu sebagai bagian dari tradisi yang tetap dipertahankan. Dalam tradisi Manre Ade, pemerintah desa dan pemangku adat dianggap sebagai unsur yang harus dihormati. Karena itu, kehadiran mereka bukan sebatas tamu, melainkan bagian dari struktur sosial yang memiliki makna tersendiri bagi Masyarakat.
Bagi pemerintah desa, ruang adat seperti ini menjadi kesempatan menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran pemerintah dinilai penting untuk memastikan hubungan sosial tetap terjaga, sekaligus memberi dukungan pada pelestarian nilai budaya yang masih hidup di Samaturue.
Setelah rangkaian prosesi selesai, pemerintah desa menyampaikan apresiasi kepada pihak keluarga. Sekretaris Desa Samaturue, Dirham, menegaskan komitmen pemerintah desa dalam memperkuat ruang sosial dan budaya.
“Pemerintah terus mendukung kegiatan sosial dan budaya di Desa Samaturue,” ujarnya kepada Insertrakyat.com, Kamis (20/11/2025).
Di tempat terpisah, Kadis PMD Sinjai, Dr. Drs. Yuhadi Samad, memberi penegasan bahwa pemerintah daerah juga mendorong setiap pemerintah desa untuk terlibat aktif dalam kegiatan adat di masyarakat. Menurutnya, kehadiran pemerintah desa tidak boleh dipandang sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral.
“Pemerintah desa harus hadir di tengah masyarakat. Itu bagian dari tugas sosial untuk menjaga adat, budaya, dan memastikan pemerintah tetap dekat dengan warganya,” tegas Yuhadi.
Ia menyebut bahwa Dinas PMD Sinjai sebelumnya menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Pj Kades pada Selasa lalu. Salah satu pembahasan adalah memperkuat peran pemerintah desa dalam setiap kegiatan adat dan sosial masyarakat. Rapat tersebut berlangsung di ruang kerjanya.
“Acara Manre Ade yang tetap dipertahankan, masyarakat Samaturue menunjukkan bahwa nilai-nilai adat terus menjadi pengikat sosial yang menjaga keharmonisan di tingkat desa,” kuncinya.
Ikuti Saluran WhatsApp dan temukan berita menarik lainnya di INSERTRAKYAT.COM “FAKTA BICARA RAKYAT MENILAI”.























