JAKARTA (INSERT RAKYAT) — Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Sumatera terus berjalan. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 13 Maret 2026, sebanyak 110 unit rumah telah selesai dibangun dari total target 36.669 unit.

Selain itu, 1.359 unit huntap masih dalam tahap konstruksi. Jumlah rumah yang selesai mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 56 unit.

Di Provinsi Aceh, pembangunan menunjukkan progres terbesar. Dari target 27.104 unit, sebanyak 104 unit telah selesai dan 388 unit masih dibangun.

BACA JUGA :  PERMAHI : Mendagri Copot Bupati dan Wabub Lebak, Akhiri Polemik Budak Rakyat !

Sementara itu di Sumatera Utara, dari target 5.815 unit, sebanyak 524 unit masih dalam tahap pembangunan. Adapun di Sumatera Barat, dari target 3.750 unit, baru 6 unit selesai dan 447 unit masih dibangun.

Program pembangunan huntap melibatkan berbagai pihak, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian Republik Indonesia, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dukungan juga datang dari organisasi nonpemerintah seperti Danantara, Yayasan Buddha Tzu Chi, Baznas, Kadin, pemerintah daerah, dan masyarakat.

BACA JUGA :  DPP LDII Munas di Jakarta 7 April 2026, Ada Isu Asta Cita

Pemerintah juga menyalurkan bantuan melalui program Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban yang belum menempati hunian sementara. Setiap kepala keluarga menerima Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, dengan total bantuan Rp1,8 juta.

Penyaluran bantuan telah mencapai 100 persen kepada 13.728 penerima, terdiri dari 7.807 penerima di Aceh, 4.162 di Sumatera Utara, dan 1.759 di Sumatera Barat.

BACA JUGA :  Indonesia Gelontorkan Rp268 Miliar BTT dan Rp48 Miliar Solidaritas Daerah untuk Penanganan Bencana 

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menyatakan pembangunan huntap berjalan sesuai rencana setelah meninjau langsung lokasi di Kabupaten Aceh Utara. Distribusi material hingga proses konstruksi dilaporkan berjalan lancar.

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan hunian tetap dapat diselesaikan pada akhir Maret 2026.

Hunian yang dibangun menggunakan material baja galvanis tahan karat dan dirancang tahan gempa. Proses pembangunan menggunakan sistem knock down untuk mempercepat konstruksi di lapangan.

(Syam/Agy). 

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214