Aceh Timur, InsertRakyat.com — Saat ini Roda Kebijakan Pemerintahan Indonesia dikendalikan sepenuhnya oleh Prabowo Subianto. Ia dipilih oleh rakyat untuk menduduki jabatan Presiden RI. Prabowo Subianto belum lama mengumumkan kesuksesan 100 hari program kerja.
Kendati demikian, saat ini, kehadiran Presiden Prabowo, tampaknya sangat dinantikan oleh masyarakat yang sedang dilanda bencana alam seperti di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Di sana, akses menuju Dusun Gelugur, Desa Keude Keumuneng, Kecamatan Idi Tunong, hingga kini masih lumpuh total.
Akibatnya masyarakat luas termasuk seorang nenek kesulitan akses. Ia terlihat sedang berupaya melangkah dalam kondisi setengah terbaring diatas jembatan yang baru saja putus.
Pemandangan putus asa itu mulai terjadi pascabanjir besar yang melanda wilayah Aceh Timur. Senin, 1 Desember 2025.
Setelah air surut, kondisi jembatan penghubung terlihat sangat parah dan mengancam keselamatan warga.
Berdasarkan pantauan Jurnalis InsertRakyat.com, selain tanah yang turun drastis, dinding penahan pondasi di sisi jembatan turut ambruk.
Struktur pondasi kini tidak lagi memiliki penopang sehingga salah satu sisi jembatan menggantung dan berada dalam keadaan sangat berbahaya untuk dilalui.
Meski demikian, warga tetap berusaha menyeberang dengan menggunakan sebatang papan yang dipasang secara darurat.
Kemiringan ekstrem membuat kendaraan roda dua tidak dapat melintas, sehingga hanya pejalan kaki yang berani menyeberang dengan risiko tinggi.
Kerusakan ini ternyata bukan pertama kali terjadi.
Pada 2022 lalu, pondasi jembatan juga retak dan terputus akibat banjir, kemudian diperburuk abrasi dari proses normalisasi sungai.
Menurut warga, sempat dilakukan penanganan darurat berupa pemancangan kayu sebagai penopang sementara serta penimbunan tanah.
Namun upaya tersebut tidak cukup kuat menahan terjangan banjir besar tahun ini.
Pj. Keuchik Keude Keumuneng, Yakub, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lokasi.
Dia menegaskan laporan darurat sudah disampaikan ke dinas terkait dan berharap pemerintah kabupaten segera mengambil langkah cepat.
“Kondisi jembatan sudah sangat berbahaya. Roda dua sama sekali tidak bisa lewat. Ini akses vital warga Dusun Gelugur. Warga berharap perbaikan permanen dilakukan secepatnya,” ujarnya.
Warga sangat berharap pemerintah memberi perhatian serius mengingat jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi aktivitas harian, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan mobilitas ekonomi.
Sebaliknya, penundaan perbaikan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko kecelakaan dan memperlama keterisolasian warga.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya menghubungi Camat Idi Tunong untuk mendapatkan informasi lanjutan.
Namun akses komunikasi di sejumlah titik masih terganggu akibat dampak banjir yang belum sepenuhnya pulih.






















