SINJAI, INSERT RAKYAT – Satu Unit Bangunan pabrik penggilingan padi yang dibangun oleh Negara untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bangunan itu terletak di satu kawasan sepi aktivitas warga tepatnya di Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (10/7/2025).

Bangunan itu berdiri di atas lahan yang diperkirakan seluas 30 are.

Di tempat terpisah, sejumlah Masyarakat yang berbicara, menyebutnya bahwa “benar” bangunan tersebut merupakan pabrik penggilingan padi.

“Iyye, itu bangunan pabrik padi. Diperuntukkan untuk kelompok tani, tapi dari dulu tidak pernah difungsikan,” bunyi suara masyarakat yang bersedia dikutip Identitasnya jika dibutuhkan publik, Kamis siang.

BACA JUGA :  Polres Aceh Selatan Amankan Pelaku Dugaan Tindak Pidana ITE Yang Menyebarkan Konten Melanggar Kesusilaan

Kendati demikian, malam hari (10/7), Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan DTPHP Sinjai, H. Kamaruddin membenarkan bahwa, anggaran negara yang telah digunakan dalam membangun fasilitas publik tersebut. Dana itu kata Kadis TPHP Sinjai adalah Hibah -pusat.

“Besok saya berikan tanggapan lebih lanjut [akurat], tegas H. Kamaruddin dikutip dari keterangan tertulisnya. Ia beralasan tidak menghafal rentetan data pada kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Masyarakat mengaku bahwa pembangunan pabrik itu sudah cukup lama, dan berasal dari program Kementerian Pertanian tetapi berkaitan dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan DTPHP Sinjai.

BACA JUGA :  Mahasiswa Sultra di Jakarta Harapkan Solusi Hunian, Tempati Sementara Mes Kantor Penghubung

“Kalau tidak salah, itu proyek zaman Pak SYL dulu waktu jadi menteri, namun diketahui juga pihak Pemda Sinjai” bebernya.

Pabrik tersebut dikabarkan sempat diresmikan oleh Bupati Andi Seto Gadhista Asapa saat menjabat. Pada momen peresmian itu pula, sempat dilakukan uji kelayakan produksi.

“Sebanyak tiga karung gabah kering digiling saat uji coba,” tutur masyarakat.

Ironisnya, sejak peresmian tersebut, tidak ada aktivitas lanjutan.

“Hanya saat peresmian saja, sempat digiling padi sedikit, setelah itu sunyi lagi [aktivitas] sampai sekarang,” kata warga lainnya.

Hal ini menimbulkan berbagai tanda tanya di kalangan masyarakat. Mengapa pabrik yang dibangun dengan anggaran negara itu tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya?. Bangunan itu dilengkapi dengan Mesin penggilingan padi.

BACA JUGA :  Ucapan Khusus Kades Sirajuddin Terkait LPPD dan LKPPD Desa Tongke-Tongke, Menarik Disimak!

Pantauan langsung tim Insertrakyat.com di lokasi menemukan bahwa akses ke pabrik cukup sulit. Bangunan itu berada di seberang saluran air tanpa jembatan penyebrangan yang layak.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa aksesibilitas menjadi salah satu faktor penyebab pabrik tersebut tidak berfungsi.

“Kalau bawa gabah ke situ susah juga, soalnya tidak ada jembatan, jadi ya cuma kelihatan bagus dari jauh saja,”
Pungkas Masyarakat.

(S.M.S.M/Insertrakyat.com).

 Ikuti Berita Insertrakyat.com